INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK MENERJANG : Silem Serang saat beraksi di atas ring tinju.

 

INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK
MENERJANG : Silem Serang saat beraksi di atas ring tinju.

Menjadi atlet bukanlah hal yang mudah. Tak cukup hanya memiliki bakat di bidang olahraga, tetapi juga membutuhkan kerja keras dan disiplin yang tinggi. Seperti itulah perjalanan karir Silem Serang, atlet tinju profesional yang kini hidup di Kota Depok.

LAPORAN : INDRA ABERTNEGO SIREGAR

Di sebuah kontrakan petak yang cukup kecil, tinggal beberapa orang atlet tinju. Ruangan yang sempit tersebut tak menjadi penghalang bagi mereka untuk meraih cita-citanya menjadi atlet tinju yang tesohor.

Diantara atlet yang mayoritas berkulit hitam, seorang pria gagah sedang membasuh peluhnya seusai berlari di halaman kontrakan tersebut. Ya, dia Silem Serang seorang atlet tinju yang kini menempati rangking 1 nasional kelas terbang yunior 49 Kilogram.

Sambil beristirahat dan meregangkan kakinya, pemuda kelahiran So’e, Nusa Tenggara Timur tersebut mengatakan, pada saat masih sekolah dia tak pernah bermimpi akan menjadi seorang petinju profesional seperti saat ini.

“Saya ini tadinya anak yang bandal, saya dulu hobi mabuk-mabukan sejak kelas satu hinga kelas dua Sekolah Menengah Atas (SMA),” ucap pria kelahiran 25 September 1990 tersebut.

Kehidupannya berubah ketika dia memutuskan untuk mencoba bergabung di sebuah sasana tinju, di kampung halamanya bernama ABC Sasana Kota So’e. “Pada pertengahan kelas tiga SMA saya mencoba bergabung di sasana, dari situlah perjalanan karir tinju saya di mulai,” ujarnya.

Sejak bergabung di ABC Sasan Kota Soe, dia langsung meninggalkan alkohol dan juga rokok. Menurutnya, kedua benda tersebut akan menghambat karirnya dan juga merusak kesehatanya, sehingga dia memutuskan untuk meninggalkanya sampai saat ini.

“Saya berhenti setelah mendapat nasihat dari pelatih saya Krist Radja, dan terbukti berkat nasihatnya saya jadi lebih bugar dalam bertinju,” pungkasnya. (bersambung)