Beranda Pendidikan Siswa MI Riayatul Athfal Depok Ujian Praktek

Siswa MI Riayatul Athfal Depok Ujian Praktek

0
Siswa MI Riayatul Athfal Depok Ujian Praktek
SANI/RADAR DEPOK SYARAT USBN: Siswa kelas VI MI Riayatul Athfal sedang ujian praktek bahasa Arab bersama guru, kemarin.
SANI/RADAR DEPOK
SYARAT USBN: Siswa kelas VI MI Riayatul Athfal sedang ujian praktek bahasa Arab bersama guru, kemarin.

DEPOK – Sejak Senin (2/4), Madrasah Ibtidaiyah (MI) Riayatul Athfal yang berlokasi di Jalan Krukut Raya, Kelurahan Krukut, Kecamatan Cinere, mulai melaksanakan ujian praktek untuk siswa kelas VI hingga Sabtu (7/4).

Kepala MI Riayatul Athfal, Jamaludin Nur mengatakan, ujian praktek tersebut ditujukkan sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi siswa sebelum melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) akhir April mendatang.

“Ada delapan mata pelajaran yang dipraktekkan, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Sunda, bahasa Arab, quran hadis, fiqih, seni budaya dan keterampilan (SBK) dan pendidikan jasmani olahraga kesehatan (PJOK), kata Jamaludin kepada Radar Depok.

Kemarin siswa kelas VI tengah menjalankan ujian bahasa Arab. Jamaludin menuturkan, materi yang diujikan hampir seluruhnya sudah dimengerti dan dipahami oleh siswanya.

“Lewat pembiasaan yang setiap hari kami terapkan ke mereka dari kelas I sampai kelas VI, jadi mereka sudah hafal,” lanjutnya.

Jamaludin menjelaskan, pembiasaan yang dilakukan siswanya setiap hari diantaranya setiap semester mereka harus dapat menghafal minimal lima surat yang ada didalam juz 30. “Nanti saat di kelas VI diharapkan mereka bisa menghafal penuh juz 30,” jelasnya.

Jamaludin mengungkapkan, saat memasuki tahun ajaran baru, selama dua semester siswa kelas VI lebih difokuskan belajar tentang pembiasaan-pembiasaan yang sudah dilakukan selama enam tahun sekolah.

“Kalau hafalan tidak dibiasakan pasti akan lupa juga, makanya selama setahun kita genjot lagi biar saat ujian mereka sudah hafal juz 30, hadis-hadis, dan pelajaran akademik lainnya,” ungkapnya.

Jamaludin berharap, setelah siswanya lulus dari MI Riayatul Athfal dapat menggunakan pelajaran tentang agama yang didapat selama belajar di sekolahnya.

“Minimal bisa dipakai untuk dirinya sendiri, jangan menghilangkan kebiasaan pendidikan di madrasah. Karena kalau sudah punya dasar agama insya Allah kemana saja bisa menolong kita,” tutup Jamaludin. (cr3)