Beranda Pendidikan Siswa SAI Meruyung Depok Outbound, Renang, hingga Lifeskill

Siswa SAI Meruyung Depok Outbound, Renang, hingga Lifeskill

0
Siswa SAI Meruyung Depok Outbound, Renang, hingga Lifeskill
SANI/RADAR DEPOK LATIH KEMANDIRIAN: Siswa Sekolah Alam Indonesia (SAI) Meruyung tengah asik berjualan yang menjadi salah satu bagian dalam Rabu Ceria, kemarin (4/4).
SANI/RADAR DEPOK
LATIH KEMANDIRIAN: Siswa Sekolah Alam Indonesia (SAI) Meruyung tengah asik berjualan yang menjadi salah satu bagian dalam Rabu Ceria, kemarin (4/4).

Memberikan materi pembelajaran ke siswa tidak mesti di dalam kelas. Tetapi bisa di mana saja, termasuk di luar kelas. Seperti yang dilakukan siswa Sekolah Alam Indonesia (SAI) Meruyung yang tengah menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan bersama fasilitatornya (guru), kemarin (4/4).

LAPORAN: NUR APRIDA SANI

Hari Rabu datang. Siswa SAI Meruyung masih di luar kelas. Rupanya itu merupakan kegiatan rutin sekolah yang berlokasi di Jalan Parung Bingung, Kelurahan Rangakapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas.

“Khusus hari ini (kemarin, red) mereka belajarnya di luar. Ada yang outbound, renang, dan lifeskill. Kegiatan ini dinamakan Rabu Ceria” kata Wakil Kepala SAI Meruyung Bidang Kurikulum, Konnytia Aminah Sari.

Seluruh kegiatan tersebut bertujuan untuk melatih kemandirian, keberanian, dan tanggung jawab seluruh siswa.

“Karena kegiatan mereka kan selalu berhubungan dengan alam, jadi semuanya harus mereka punya,” tuturnya.

Di Rabu Ceria, setiap kelas memiliki kegiatan masing-masing. Ada yang outbond di halaman sekolah, berenang di salah satu kolam renang yang tidak jauh dari sekolah, lalu ada juga yang diberikan pembelajaran lifeskill.

“Semuanya dipandu oleh fasilitator. Untuk lifeskill, mereka diajarkan kemampuan yang dibutuhkan untuk hidup, misalnya, menyuci baju, sepatu, mengepel, menyapu, dan memasak,” kata Konny.

Setelah ketiga kegiatan tersebut selesai, lanjut Konny, mereka melakukan kegiatan market day dihalaman sekolah. Ada siswa yang menjajakan makanan, minuman, dan hasil karya seni yang mereka buat bersama orangtua dirumah.

“Di sini mereka bisa mengerti tentang uang, kegunaannya, jual-beli, sekaligus melatih keberanian mereka lewat menewarkan makanan ke orang lain. Jadi bisa dibilang belajar sambil bermain,” lanjutnya.

Dikatakan Konny, kegiatan market day hanya berlangsung dari pukul 11:00 hingga 12:00. biasanya, siswa berjualan di market day selain belajar berjualan, nantinya hasil dari penjualan tersebut bisa digunakan siswa untuk mencari biaya outing (study tour) yang tiap tahun selalu diadakan.

“Outing kan butuh biaya banyak, jadi untuk memperkecil pengeluaran mereka ya lewat ini. Jadi bisa dibilang belajar sambil bermain juga,” ujarnya.

Salah satu siswa kelas III, Filzahyang saat itu tengah berjualan es bersama temannya mengaku bahwa kegiatan market day sangat seru untuknya. Karena melalui kegiatan tersebut ia bisa mendapatkan uang yang nantinya akan ia tabungkan.

“Seru dapat duit banyak, kalau tabungannya sudah banyak buat outing. Jadi kalau sudah mendekati outing nggak usah ngumpulin duit lagi,” katanya. (*)