INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK BERORASI: Para PKL yang tergabung dalam PPKLI sedang melakukan orasi penolakan SP3 yang diberikan Satpol PP di depan Posko PPKLI
INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK
BERORASI: Para PKL yang tergabung dalam PPKLI sedang melakukan orasi penolakan SP3 yang diberikan Satpol PP di depan Posko PPKLI

DEPOK Keluarnya Surat Peringatan ke–3 (SP3) dari Satpol PP Kota Depok membuat puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang mendiami sepanjang Jalan Raya Bogor, Kelurahan Jatijajar galau. Hal ini yang kemudian reaksi penolakan dari para PKL yang tergabung dalam Persatuan Pedagan Kaki Lima Indonesia (PPKLI).

Ketua DPD PPKLI Kota Depok, Maryono mengatakan pihaknya sudah bereaksi terhadap SP3 tersebut. Pihaknya sudah mengumpulkan para pedagang dan melakukan orasi penolakan penertiban di halaman posko PPKLI yang berada di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Jatijajar, Tapos, Kamis (19/4).

“Tadinya kami mau melakukan aksi demo di kediaman Walikota Depok. Namun kami urungkan karena sudah ada perwakilan Pemerintah Kota Depok yang menemui kami,” ucapnya.

Dirinya menegaskan, PKL bukanya tidak patuh pada Peraturan Daerah, hanya saja mereka merasa terganggu dengan kebijakan Satpol PP yang dinilai tebang pilih dalam menertibkan bangunan yang dianggap melanggar Perda.

“Di sepanjang Jalan Raya Bogor ini banyak kok bangunan liar yang dibangun permanen, kenapa hanya lapak PKL saja yang dirongrong melulu,” tutur Maryono.

Dirinya berpesan kepada para PKL yang ada di Jalan Raya Bogor agar tak menghiraukan SP 3 tersebut, karena pihaknya merasa belum ada solusi untuk nasib para PKL setelah ditertibkan.

“Kami tidak mau hanya dibongkar semata, tapi kami maunya direlokasi ke tempat yang memang seharusnya,” pungkasnya. (dra)