AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK SERU : Owner Taman Pemuda Pratama, Pratama Persadha (tengah) berbincang dengan para peserta lomba mural dengan tema “Seblast Mural Competition 2018“ di sepanjang tembok Taman Pemuda Pratama, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, kemarin.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
SERU : Owner Taman Pemuda Pratama, Pratama Persadha (tengah) berbincang dengan para peserta lomba mural dengan tema “Seblast Mural Competition 2018“ di sepanjang tembok Taman Pemuda Pratama, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, kemarin.

DEPOK – Manajemen Taman Pemuda Pratama menggelar lomba mural atau mengambar tembok dengan tema, Pancasila, seni, budaya, jiwa nasionalisme, dan ramah keluarga. Lomba tersebut diikuti 30 peserta dari daerah Jabodetabek yang diselengarakan di Taman Pemuda Pratama kawasan Kelurahan Tanah Baru, Beji, Minggu (29/4).

“Kami adakan lomba mural dengan tema tersebut sebagai bentuk mengingatkan bahwa kita adalah orang negara bagian timur, yang terkenal santun,” kata Pemilik Taman Pemuda Pratama, Pratama Persadha, kepada Radar Depok kemarin.

Menurut Pratama, negara ini banyak beragam adat, budaya, dan para pejuang pendiri bangsa yang sudah memberikan kemerdekan. Mereka berkorban dan membela dengan segala tumpah darahnya.

“Kami gelar lomba mural dengan tema tersebut. Sehingga, nantinya orang melihat dan sadar. Bahkan, mereka yang melihat gambar mural langsung merasakan terdadak dan tersentuh jiwa nasionalisme didirinya,” bebernya.

Setelah timbul rasa jiwa nasionalisme, pastinya kata dia, memikirkan negara dan membela negara. Namun, membela negara tidak harus menjadi tentara dan polisi. Tapi, dengan menjaga norma-norma negara, menjaga kebersihan, menaati aturan, dan mendidik anak. Itu semua sudah mewakili bahwa menjaga negara dan membela negara.

“Jadi yang ringan-ringan saja. Tetapi memang salah satu cara, untuk mengigatkan itu semua tidak cukup dengan omongan saja, penyuluhan, dan sosialisasi. Dengan adanya karya nyata seniman ini adanya ajakan semua untuk kembali menjadi bangsa Indonesia, dengan melalui gambar ini,” tutur dia.

Sementara, Pantia pelaksana, Faisal mengatakan, lomba mural tidak dikenakan biaya. Tapi, para peserta membawa alat-alat penunjang lomba mural masing-masing. “Lomba mural ini yang ke dua kalinya kami gelar,” kata Faisal.

Pria yang kerap disapa Ical ini menyebutkan, ada 30 perserta dari daerah Jabodetabek. Di dalam lomba ini panitia memberikan waktu selama 6 jam, dengan menyediakan tempat atau tembok dengan ukuran 2×5 meter persegi. “Kita berikan penilainya dari segi konsep yang sudah ditentukan atau tema, eskusi, komposisi, dan hasil akhir,” kata dia.

Di perlombaan mural ke dua ini, pantia menyediakan hadiah bagi juara satu, dua, dan tiga. Bahkan, juara favorit yang ditentukan pemilik Taman Pemuda Pratama. “Kita berikan juara pertama, dua, tiga, dan favorit dapat 100 dolar. Tapi ditambah uang Rp3 juta, kedua Rp2 juta, ketiga Rp 1 juta, dan favorit Rp 500 ribu,” tuturnya.(irw)