Beranda Metropolis Tersangka Rasuah RTLH Depok DPO

Tersangka Rasuah RTLH Depok DPO

0

DEPOK – Setelah mangkir dari panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok. Agustina Tri Handayani, salah satu tersangka kasus koruspi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Sukamaju, Cilodong ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak, Kamis (29/3).

Kasi Pidsus Kejari Kota Depok, Daniel de Rozari mengatakan, tiga kali panggilan setelah ditetapkan sebagai tersangka, akhirnya Kejari Kota Depok menetapkan Agustina sebagai DPO Kejari Depok. “Sebelumnya kami telah lakukan pemanggilan ketiga Rabu (28/3), tapi Agustina juga belum juga memenuhi pemanggilan. Karena kami sudah melakukan panggilan secara patut, mencari secara patut, dan akhirnya kami tetapkan DPO pada Kamis (29/3),” kata Daniel kepada Radar Depok.

Dia juga mengatakan, sebagai DPO Agustina akan dilakukan pencekalan, agar tidak bisa melakukan perjalanan keluar negeri. “Agustina sudah kami tetapkan sebagai DPO, dan segala aturan yang menjadikan DPO akan dilakukan termasuk pencekalan keluar negeri,” ujar Daniel.

Sementara, kata Daniel, salah satu anggota DPRD Kota Depok,  Rudi Kurniawan yang menurunkan aspirasinya untuk pembangunan RTLH akan dijadikan saksi dalam persidangan tindak pidana korupsi di Pengadilan Tipikor Bandung. “Rudi Kurniawan akan kita jadikan saksi,” ujar Daniel.

Sedangkan, kedua tersangka yang telah ditahan di Rutan Kelas II B Cilodong, Sekretaris LPM Kelurahan Sukamaju, Tajudin, dan  ketua LPM KElurahan Sukamaju Aulia akan segera dilimpahkan ke pengadilan Tipikor Bandung. “Kedua tersangka yang telah kami tahan akan segera kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor, tersangka tersebut bisa kami limpahkan karena beda berkas dengan tersangka Agustina,” tegas Daniel.

Menimpali hal ini, Anggota DPRD Depok, Rudi Kurniawan mengatakan, sebelumnya dia juga sudah dipanggil pihak Kejaksaan Negeri Kota Depok. “Sebelumnya saya memang sudah dipanggil untuk memberikan keterangan di Kejaksaan Negeri Kota Depok,” terang Rudi .

Sedangkan, untuk memberikan kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, dia belum bisa memberikan keterangan. “Kalau kesaksian di Pengadilan Tipikor, kita lihat saja nanti,” singkatnya.

Sementara itu, diketahui sebelumnya Kepala Kejari Depok, Sufari mengatakan, Korps Adhyaksa telah menetapkan tiga nama tersangka, antara lain Agustina Tri Handayani, Aulia Haman Kartawinata dan Tajudin bin Tarmudi.

Kerugian negara yang ditimbulkan dari hasil korupsi RTLH, berdasarkan perhitungan audit kerugian keuangan negara oleh Tim Audit Inspektorat Daerah, Kota Depok sebesar Rp482.550.525.

Menurutnya, penyimpangan terjadi karena ada pemotongan bantuan yang seharusnya Rp18 juta, dipotong ketiga tersangka. “Ada yang dipotong sejuta, ada yang dipotong tiga juta,” kata Sufari.

Selain itu, pembuatan proposal dan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) bukan dibuat oleh keluarga penerima manfaat. Tetapi proposal dan LPJ dibuatkan oleh ketiga tersangka.

Sedangkan bukti pertanggungjawaban penggunaan uang yang tercantum di LPJ tidak sesuai dengan nilai Rp18 juta yang diterima.

“Akibat perbuatan tersangka kasus Korupsi RTLH terancam pasal 2, pasal 3 UU pemberantasan tipikor, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” terangnya.

Menambahkan ucapan Kajari, Jaksa Pidsus Kejari Depok, Tohom Hasilohan menuturkan, uang sebesar Rp 18 juta seketika setelah cair dari bank, langsung diminta dikumpulkan ke tiga tersangka. Guna dikelola dan dilaksanakan pengerjaan. Sedangkan, jumlah penerima bantuan di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong ada 68 Kepala Keluarga (KK).

“Target maret ini selesai pemberkasan, apabila selesai segera akan dilimpahkan ke pengadilan tipikor Bandung guna dilakukan persidangan,” tandasnya. (cr2)