Beranda Metropolis Tok, Tok, Tok Sidang SSA Depok Dilanjut

Tok, Tok, Tok Sidang SSA Depok Dilanjut

0
Tok, Tok, Tok Sidang SSA Depok Dilanjut
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK PUTUSAN SIDANG SSA : Suasana saat berlangsungnya sidang putusan SSA yang akhirnya dimenangkan oleh tergugat Pemkot Depok dari penggugat yang mengatasnamakan warga Jalan Arif Rahman Hakim di Pengadilan Negeri Kota Depok, kemarin.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
PUTUSAN SIDANG SSA : Suasana saat berlangsungnya sidang putusan SSA yang akhirnya dimenangkan oleh tergugat Pemkot Depok dari penggugat yang mengatasnamakan warga Jalan Arif Rahman Hakim di Pengadilan Negeri Kota Depok, kemarin.

DEPOK – Trobosan Pemkot Depok mengurai kemacetan di Kota Depok, menjadi Sistem Satu Arah (SSA) di Jalan Arif Rahman Hakim, bisa dilanjutkan. Kemarin, dalam sidang putusan pemberlakuan SSA yang digugat warga, akhirnya Pemkot Depok dimenangkan Pengadilan Negeri (PN) Depok.

Menurut putusan majelis hakim yang dipimpin Teguh Arifiano. Pihak hakim tidak menemukan dampak sosial yang terjadi di Jalan Arif Rahman Hakim. Pemkot juga telah melakukan kajian, sebelum menerapkan SSA di Jalan Arif Rahman Hakim. “Tergugat telah melakukan kajian pada tahun 2016, sebelum menerapkan SSA,” kata Teguh dimuka persidangan.

Dia juga menjelaskan, terkait dalil dakwaan tidak adanya sosialisasi yang dilakukan Pemkot Depok, juga tidak dapat dibuktikan. “Pemkot telah melakukan sosialisasi melalui media cetak, media elektronik, spanduk, dan sosial media, sehingga dalil dakwaan tidak dapat dibuktikan,” kata Teguh saat memimpin sidang.

Dengan demikian majelis hakim menolak tuntutan dari penggugat, dan majelis hakim mewajibkan penggugat untuk membayar denda sebesar Rp936.000.

Sementara itu, Kuasa hukum penggugat, Leo Afriansyah mengaku, kecewa dengan putusan majelis hakim. Dia mengatakan, dengan adanya putusan sangat berdampak pada penghasilan warga sekitar. “Sudah banyak yang mengeluh terkait penghasilan warga sekitar, dan nantinya akan berdampak pada PAD Kota Depok,” kata Leo.

Dia juga menuturkan, terdapat kejanggalan dalam sidang putusan SSA di Jalan Arif Rahman Hakim. Karena menurutnya dalam kesaksian diakui bahwa tidak ada kajian dan tidak memiliki ijin dari pemerintah pusat dan Kapolri. “Tidak ada kajian, itu dibenarkan dalam keterangan saksi, itu sangan janggal bagi kami,” tegas Leo.

Terkait akan melakukan banding pihaknya mengaku masih akan berkomunikasi dengan pihak penggugat untuk mengajukan banding atau tidak. “Kami masih pikir-pikir dulu,” pungkas Leo.(cr2)