Beranda Satelit Depok Toko Material di Depok Dihadiahi SP Dua

Toko Material di Depok Dihadiahi SP Dua

0
Toko Material di Depok Dihadiahi SP Dua
DICKY/RADARDEPOK LANGGAR ATURAN: Salah satu toko material di Jalan Raya Meruyung, Kecamatan Limo yang dinilai melanggar GSS lantaran membangun jembatan menutup saluran air, kemarin.
DICKY/RADARDEPOK
LANGGAR ATURAN: Salah satu toko material di Jalan Raya Meruyung, Kecamatan Limo yang dinilai melanggar GSS lantaran membangun jembatan menutup saluran air, kemarin.

DEPOK – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, menindak tegas dengan melayangkan Surat Peringatan Dua (SP Dua) kepada salah satu toko material di Jalan Raya Meruyung, RT1/03, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo. Musababnya, toko material tersebut membangun jembatan penghubung dengan menutup saluran air di jalan tersebut, kemarin.

Kasi Ketentraman Masyarakat dan Ketertiban Umum (Tranmastibum) Satpol PP Kota Depok, R Agus Muhammad mengatakan, SP Dua merupakan kelanjutan peringatan kepada pemilik toko material, karena telah menyalahi peraturan. Pasalnya, toko material bangunan tersebut membuat jalan atau jembatan penghubung diatas saluran air Jalan Raya Meryung.

“Kontruksi pembangunan jembatan akses jalan harus mengacu kepada peraturan yang berlaku,” ujar Agus kepada Radar Depok, kemarin.

Agus menjelaskan, pembangunan jembatan untuk akses jalan yang dilakukan toko material dinilai menyalahi aturan. Hal itu disebabkan kontruksi pembangunan dapat menghabat jalannya laju air dari hulu ke hilir. Dikarenakan pemilik toko material bangunan tidak mengindahkan SP pertama, Satpol Kota Depok melayangkan kembali SP 2.

Agus meminta, pemilik toko material bangunan dapat kooperatif dengan membongkar sendiri konstruksi pembuatan jembatan penghubung antara toko material bangunan dengan jalan raya. Sebelumnya, anggota Satpol PP telah memberikan teguran, bahwa pembangunan jembatan penghubung toko material menyalahi aturan, namun pemilik toko material tidak mengindahkan dan tetap melanjutkan pembangunan.

“Peringatan kami tidak diindahkan dan tetap dilanjutkan, sehingga kami melayangkan SP dua,” terang Agus.

Sementara itu, Koordinator Forum Komunikasi Asosiasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (FKA-LPM) Kecamatan Limo, Risani Pattisahusiwa mengapresiasi tindakan yang dilakukan Satpol PP Kota Depok terhadap toko material bangunan dalam membuat jembatan penghubung. Menurutnya, apabila hal tersebut tidak dilakukan, bukan tidak mungkin saluran air di jalan tersebut tidak dapat berfungsi secara normal.

“Kalau sudah tidak berfungsi air yang berada disaluran dapat mengembang dan meluap kebadan Jalan Raya Meruyung,” tutup Risani. (dic)