Beranda Metropolis UIII Mesti Berdampak Peningkatan Ekonomi-Sosial

UIII Mesti Berdampak Peningkatan Ekonomi-Sosial

0
UIII Mesti Berdampak Peningkatan Ekonomi-Sosial
IST FOR RADAR DEPOK RAPAT : Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna saat rapat koodianasi Tim Terpadu Bidang A dan Bidang B di Bandung, belum lama ini.
IST FOR RADAR DEPOK
RAPAT : Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna saat rapat koodianasi Tim Terpadu Bidang A dan Bidang B di Bandung, belum lama ini.

DEPOK – Pemerintah Kota Depok selain meminta mempertahankan Rumah Cimanggis tidak dibongkar, dalam pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Pemkot Depok juga meminta pembangunan proyek startegis nasional (PSN) berdampak pada pertumbuhan Kota Depok.

“Kami minta pembangunan UIII berdampak bagi kota ini seperti ekonomi dan sosial,” ucap Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna, kepada Radar Depok, kemarin.

Misalnya, sebut dia, seperti kepadatan kendaraan karena akses jalan yang kurang memadai. Maka dari itu, Pemerintah Kota Depok mengusulkan percepatan dalam pembangunan Jalan Tol Cijago dan Desari.

Selain itu, Pemerintah Pusat dapat mengintervensi pembangunan jalur existing seperti Jalan Juanda, Jalan Cinere, dan pelebaran Jalan Raya Sawangan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah dan pusat.

“Tentu usulan tersebut berdasarkan asumsi. Akan ada penambahan kurang lebih 5-6 ribu jiwa penduduk dari mahasiswa dalam dan luar negeri atau dosen UII nantinya,” tutur Pradi.

Pembangunan UIII kata dia,  akan dibangun di atas lahan 21 hektar. Dengan sisa lahan bangunan dijadikan kawasan hijau atau ruang terbuka hijau. “Saya berharap bangunan itu (Rumah Cimanggis) tetap dipertahankan sebagai warisan budaya,”kata dia meminta.

Sebelumnya, Setda Kota Depok Hardiono menegaskan, Pemkot Depok menyatakan sikap mempertahankan Rumah Cimanggis.  “Di dalam rapat Pak Wakil Walikota Pradi Supriatna menyampaikan terkait Rumah Cimanggis untuk dipertahankan, karena bangunan itu bersejarah,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Depok Hardiono.

Menurut Hardiono, Rumah Cimanggis sudah diajukan menjadi tempat cagar budaya. Bahkan, Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporyata) sudah mengaji terkait bangunan tua peninggal Belanda itu.

“Iya kami mengusulkan untuk dipertahankan kepada pemerintah pusat dalam membangun UIII, agar tidak dihancurkan,” ungkap dia. (irw)