Beranda Utama UNBK Depok Dibayangi Faktor Cuaca

UNBK Depok Dibayangi Faktor Cuaca

0
UNBK Depok Dibayangi Faktor Cuaca
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK SERIUS: Sejumlah siswa sedang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri 2 Kota Depok, Jalan Abdul Wahab, Kecamatan Sawangan, kemarin (2/4). Sebanyak 462 siswa kelas XII SMK tersebut mengikuti UNBK yang diselenggarakan sampai 5 April mendatang.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
SERIUS: Sejumlah siswa sedang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri 2 Kota Depok, Jalan Abdul Wahab, Kecamatan Sawangan, kemarin (2/4). Sebanyak 462 siswa kelas XII SMK tersebut mengikuti UNBK yang diselenggarakan sampai 5 April mendatang.

DEPOK – Cuaca menjadi salah satu faktor yang membuat cemas pada saat pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kota Depok. Meskipun hari pertama UNBK, Senin (2/4) jenjang SMK berjalan tanpa hambatan.

Kasi Pengawasan dan Pelayanan Kantor Cabang Daerah 2 Kota Depok dan Bogor, I Made Supriatna menyebutkan, cuaca saat ini kerap turun hujan disertai petir adalah sesuatu yang bisa menyebabkan gangguan dalam pelaksanaan UNBK.

“Cuaca hal yang tidak bisa ditebak, apalagi kondisi Kota Depok dan Bogor, karena daerah yang banyak memproduksi petir dikala hujan,” ucap Made kepada Radar Depok saat meninjau pelaksanaan UNBK hari pertama di SMKN 2 Depok, kemarin.

Made menjelaskan, berdasarkan evaluasi tahun lalu, di daerah Kabupaten Subang, pernah ada satu SMA yang tersambar petir, sehingga menyebabkan mati lampu dan beberapa komputer mengalami kerusakan. Oleh karena itu, pihaknya telah mengimbau kepada SMA dan SMK di Kota Depok dan Bogor untuk memasang alat penangkal petir di area sekolahnya.

“Lebih baik untuk mengeluarkan biaya memasang penangkal petir, dari pada nantinya harus kehilangan aset sekolah. Lagi pula, untuk penangkal petir tersebut bisa digunakan dari dana BOS,” kata Made.

Selain cuaca, Made juga khawatir pelaksanaan di hari keempat, yakni pada saat mata pelajaran Teori Kejuruan. Dimana, di soal-soal UNBK tersebut, ada beberapa soal yang menampilkan gambar 3 Dimensi (3D). Dikhawatirkan, jika koneksi internetnya sedang tidak baik, gambar 3D tersebut tidak bisa dibuka, dan tentu saja bisa menghambat siswa untuk mengerjakan soal.

“Kami sudah melakukan tiga kali simulasi pelaksanaan UNBK, untuk permasalahan teknis mulai dari listrik mati, server mengalami gangguan serta gangguan teknis lainnya bisa diantisipasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia UNBK di SMKN 2 Kota Depok, Rahmat menuturkan, mengantisipasi listrik mati, pihaknya menyiapkan tiga genset, untuk 240 komputer yang disediakan panitia di delapan ruangan. Sedangkan, untuk mengantisipasi adanya permasalahan saat login ke soal, pihaknya memulai pelaksanaan pukul 07:20, jadi 10 menit sebelum pelaksanaan.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti tidak singkron antara soal dengan pasword siswanya. Sedangkan sarana dan prasarana komputer, pihaknya bekerjasama dengan SMPN 14 Depok, jadi meminjam 80 komputer. “Kami membaginya menjadi dua sift, yakni pukul 07:30 – 09:30 dan sesi dua 10:30 – 12:30. Pengawas ruangannya ada delapan, dan delapan protor,” terangnya.

AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
PENGAWASAN : Kepala SMKN 2 Depok, Tatang Komarudin (kanan) sedang menjelaskan teknis pelaksanaan UNBK di sekolahnya kepada Kasi Pegawasan KCD 2 Kota Depok dan Bekasi, I Made Supriatna (tiga kiri) dan Pengawas SMK Kota Depok, Waluyo (kiri), Senin (2/4).

Dilokasi berbeda, SMK Negeri 1 Depok juga mengalami kekhawatiran serupa yakni keadaan cuaca yang tidak menentu membuat sekolah tersebut harus mengubah pelaksanaan ujian menjadi dua sesi. “Tahun lalu tiga sesi, jadi saat sesi ketiga hujan petir membuat komputer banyak kendala. Alhamdulillah peralatan juga memadai jadi kami ubah ke-dua sesi,” kata Sekretaris Panitia UNBK di SMKN 1 Depok, Deni Kurniawan kepada Radar Depok.

Bukan hanya cuaca yang dikhawatirkan, tapi juga soal yang pada hari keempat pelaksanaannya tidak keluar gambar dan tulisan soal melainkan hanya pilihan jawaban. “Khusus di Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak saja, makanya kami langsung ambil tindakan untuk ujian susulan. Semoga tahun ini tidak terjadi lagi kendala seperti tahun lalu,” ungkap Deni.

Deni menjelaskan, untuk mengantisipasi listrik padam saat ujian berlangsung, pihak sekolah menyiapkan satu genset untuk 260 komputer yang disediakan panitia di 13 ruangan. “Mudah-mudahan tidak ada kendala apapun sampai hari terakhir pelaksanaan, karena pada awal pelaksanannya saja lancar hari ini (kemarin),” jelasnya.

Kepala SMKN 1 Depok, Rochmatul Cholil menyebutkan sebanyak 510 siswa mengikuti UNBK tahun ini, yang terdiri dari 494 siswa SMKN 1 Depok dan 16 siswa lainnya berasal dari sekolah yang menumpang induk ke sekolahnya. “Tahun ini cuma dua sekolah, dari empat siswa dari SMK Taruna Baja dan 12 siswa dari SMK Geovani. Kalau tahun lalu enam sekolah yang menginduk disini,” ucapnya.

Selain menggunakan komputer yang dimiliki sekolah, untuk menunjang proses pelaksanaan UNBK, sebagian menggunakan laptop miliki siswa. “Alhamdulillah orangtua siswa dan pemerintah sangat membantu sekolah dalam segi pengadaan alat. Dan kami pihak sekolah akan terus berupaya untuk meningkatkan SMKN 1 menuju seolah digital,” pungkasnya. (cr3)