Beranda Metropolis Wakil Walikota Depok: Harga Sembako Aman Sebulan Sambut Ramadan

Wakil Walikota Depok: Harga Sembako Aman Sebulan Sambut Ramadan

0
Wakil Walikota Depok: Harga Sembako Aman Sebulan Sambut Ramadan
FOTO: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna
FOTO: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna

DEPOK – Kebutuhan pokok jelang Ramadan dipastikan aman. Berdasarkan keterangan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, stok bahan pangan aman jelang memasuki Ramadan dan Idul Fitri 2018.

Begitu juga di Kota Depok. Stok pangan dan harga stabil. Hal ini diungkapkan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna. “Insya Allah aman bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat di Depok,” kata Pradi, kepada Radar Depok, kemarin.

Menurut dia, harga bahan pokok aman dilihat dari  tujuh pasar yang ada di Kota Depok di bawah naungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Depok.

Sebab, tujuh pasar ini memasok barang dari pasar induk seperti di Jakarta, Bogor, dan kalau beras di Karawanga.

“Dilihat dari tujuh pasar di Depok, harga komoditi masih realtif aman, paling berbeda harga dari pasar lainya. Itu biasa karena masing-masing pasar memasok barang dari daerah lain,” kata dia.

Pradi menyebut, berdasarkan data Disdagin Depok harga bahan poko rata-rata pada 5 April untuk harga beras perliter Rp 9.431, gula pasir perliter Rp 11.719, minyak goreng 11.500 perliter, dan telur ayam perkilo 20.900.

“Jadi masih stabil harga pokok yang sering dikonsumsi. Namun kalau ada kenaikan harga tidak signifika, tapi kalau ada perbedaan harga dari tujuh pasar di Depok itu tergantung dari pihak pedangang pasar yang memasok bahannya,” kata dia.

Kasi Pedangangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Kota Depok, Epi Ardini menambahkan, kebutuhan pokok ini berdasarkan keterangan  Menteri Perdagangan aman. Sedangkan, kalau adanya kenaikan biasanya ada keterlambatan pemasokan atau cuaca yang tidak mendukung dari produksinya.

Namun sekarang ini, masih stabil harga seprti cabai keriting Rp 41.761 perkilo meski sehari sebelumny ada kenaikan harga sedikit.

“Harga yang berbeda-beda dari tujuh pasar ini diambil rata-rata harga. Contohnya di Pasar Sukatani harga cabai rawit merah Rp  52000 ribu perkilo, tapi kalau di Pasar Kemirimuka perkilo Rp 38.000.

“Kami ambil rata-rata harga yang terendah dan tertinggi,” katanya. (irw)