Beranda Utama Warung Jamu Dirusak Warga Depok

Warung Jamu Dirusak Warga Depok

0
Warung Jamu Dirusak Warga Depok
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK DISEGEL : Tampak terlihat kios miras oplosan yang sudah disegel oleh pihak kepolisian di Jalan Komjen Pol. M. Jasin, Kampung Sawah, Srengseng Sawah, Jagakarsa, kemarin (4/4).
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
DISEGEL : Tampak terlihat kios miras oplosan yang sudah disegel oleh pihak kepolisian di Jalan Komjen Pol. M. Jasin, Kampung Sawah, Srengseng Sawah, Jagakarsa, kemarin (4/4).

DEPOK – Kesal karena ada warga yang meninggal gegara minuman keras oplosan, sebuah warung jamu di Jalan Raya Cipayung yang diduga menjual miras oplosan dirusak massa, kemarin (4/4) pukul 11.00.

Salah satu saksi mata penjual jus buah, Siti Mariana mengatakan, kejadian berawal saat puluhan warga baru saja mengantarkan jenazah ke pemakaman. Jenazah tersebut merupakan korban meninggal akibat mengonsumsi miras oplosan.

Massa datang dari arah Jalan Raya Pitara menuju Jembatan Serong, kemudian massa putar balik ke arah Pitara dan berhenti di warung jamu yang diduga sebagai penjual miras oplosan yang menyebabkan warganya meninggal.

“Tahu-tahu mereka berhenti jumlahnya banyak. Mereka teriak gara-gara warung jamu ini temen gua mati,” kata Anna menirukan ucapan massa yang merusak warung jamu tersebut.

Anna mengaku, tidak mengetahui bahwa warung jamu itu menjual miras, karena warung itu baru disewa satu bulan. Anna menyebutkan, massa yang datang menggunakan sejumlah kendaraan dan langsung mengacak-acak warung.

“Warung kondisinya digembok, sudah dua hari tutup. Massa buka warung pakai linggis yang dipinjam dari warung nasi yang ada di sebelahnya,” terang Anna kepada Radar Depok.

Sementara itu, koordinator penyewa ruko, Nova mengatakan, tidak mengetahui bila isi warung sudah berantakan. Ia juga mengaku tidak tahu jika penyewa warung menjual miras. “Setahu saya dia jual jamu saja, ini akan saya laporkan ke pemiliknya. Kalau tahu jual miras oplosan saya larang dia jual di warung ini. Berdasarkan kuitansi penyewa ini atas nama Hengky, baru bulan kedua menempati warung ini,” kata Nova.

Terpisah, Kapolsek Pancoranmas, Kompol Roni Wowor, membenarkan adanya kejadian pengrusakan warung jamu tersebut. Saat ini kasusnya tengah ditangani Polsek Pancoranmas dengan menurunkan anggota ke lokasi kejadian. “Anggota sudah ke lokasi, warung jamu juga sudah dipasangi garis polisi,” ucap Roni.

Selain itu lanjut Roni, terkait warga Pancoranmas yang meninggal karena mengonsumsi miras yang dibeli di warung jamu dirusak itu, korban diduga telah mengonsumsi miras oplosan jenis ginseng gaul (GG). Peristiwa terjadi Senin (2/4) sekitar pukul 22.30 wib. Ketika itu korban bernama Gagu dan Darmawan membeli GG di warung jamu yang ada di sebelah sebuah sekolah swasta di Jalan Raya Cipayung.

“Mereka minum minuman tersebut di depan minimarket, berlokasi di Jalan Cagar Alam Selatan Pancoranmas,” kata Roni kepada awak media, kemarin (4/4).

Darmawan Kusuma alias Cawok sempat dibawa ke rumah sakit Bhakti Yudha namun tidak tertolong dan meninggal. Sedangkan korban bernama Agus alias Gagu juga meninggal namun tidak sempat dibawa ke rumah sakit. “Keduanya meninggal Rabu (4/4),” ungkapnya.

Sementara untuk korban Hariyadi dan Sidik menolak disebut tewas karena miras oplosan. Dirinya yang telah mendatangi rumah duka mengatakan keluarga sangat terpukul dengan kejadian tersebut. “Keluarga mengatakan para korban ini terkena penyakit ginjal hingga menyebabkan meninggal dunia,” ungkap Roni.

Korban lain yakni Deka Abdi Wijaya selamat, tetapi masih terbaring lemah di rumah sakit. “Satu lagi korban bernama Papi Al Bongkeng belum jelas keberadaanya karena mereka tidak tahu alamat lengkapnya,” tambahnya.

Saat ini kepolisian masih mencari rekam medis dari rumah sakit Bhakti Yudha atas kematian korban, apakah meninggal karena miras oplosan. “Kami imbau warga tidak mengambil tindakan kontra produktif, dan menyerahkan masalah ini ke pihak kepolisian,” tegas Roni. (irw)