30 Mei Sidang Putusan

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
SIDANG LANJUTAN FIRST TRAVEL : Salah satu terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan biro perjalanan umrah First Travel, Kiki Hasibuan usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kota Depok.

DEPOK – Pembacaan pledoi atau pembelaan oleh penasehat hukum terdakwa kasus penipuan jamaah umrah First Travel Siti Nurhaida Hasibuan alias Kiki batal dibacakan. Alasannya, kuasa hukum terdakwa Kiki tak datang dalam persidangan di Pengadilan Negeri Depok, kemarin.

Agendanya kemarin sidang pembacaan Pledoi terhadap terdakwa Kiki dijadwalkan pukul 12.00 yang dibuka oleh Hakim Ketua Sobandi. Sayangnya kuasa hukum Kiki yang menjabat sebagai direktur Keuangan First Travel tak muncul. Sedangkan Kiki telah hadir dalam persidangan itu seorang diri.

“Saya lihat tidak ada kuasa hukum,” tanya Sobandi kepada Kiki. Sedangkan terdakwa menjawab penasehat hukumnya sempat menyatakan bakal hadir dalam persidangan. “Tetapi sampai sekarang saya belum (dapat) konfirmasi (kehadirannya lagi),” ucap Kiki.

Mendengar pernyataan tersebut, Sobandi memutuskan menunda persidangan hingga Rabu (30/5). “Jadi sidang ditunda sampai 30 Mei untuk putusan,” kata Sobandi.

Sementara itu, Juru Bicara PN Depok Teguh Arifiano mengatakan, kuasa terdakwa tak memberikan alasan ketidakhadirannya. ‎”Tidak ada alasan, hanya tidak hadir saja, nggak tahu alasannya, itu intern mereka,” kata Teguh paska persidangan.

Menurut dia, terdakwa sudah dua kali diberi kesempatan untuk membacakan pembelaan oleh kuasa hukum. Karena tak kuasa hakim tak hadir, tuturnya, majelis hakim memutuskan persidangan berlanjut ke agenda pembacaan putusan.

Teguh menambahkan, tiga terdakwa, yakni Andika Surachman, Anniesa Desvitasari Hasibuan Kiki pun telah membacakan pledoinya secara pribadi pada Rabu, (16/5). “Kan kemarin Kiki secara pribadi sudah memberikan pembelaannya, yang kami tunggu ini pembelaan dari penasihat hukum dan setelah dikasih kesempatan di siang ini tidak hadir juga,” kata Teguh.

Kendati kuasa hukum terdakwa tak membacakan nota pembelaaan terdakwa, Teguh menyatakan pertimbangan hakim menjatuhkan vonis tetap berdasarkan fakta persidangan. “Meskipun seseorang terdakwa enggak menggunakan penasihat hukum, tetap kita pertimbangkan faktanya,” kata Teguh.

Sementara, dalam persidangan kemarin Ketua Majelis Hakim Sobandi sempat meminta sejumlah orang yang membawa poster untuk keluar ruang sidang saat persidangan dengan agenda pembacaan pleidoi baru dimulai.

Pantauan Radar Depok mereka segera membentangkan poster yang dibawanya saat majelis hakim menyatakan sidang dimulai pada pukul 12.05. “Kalau mau membawa poster silakan di luar ruang, kalau di dalam tidak boleh,” kata Sobandi.

Ada sekitar lima poster berukuran besar yang mereka bentangkan guna membela tiga bos First Travel yang kini bersatus terdakwa. Beberapa di antaranya seperti ‘Pemerintah telah melanggar kesepakatan dengan First Travel!!!’ dan ‘Yang mulia hakim tolak tuntutan jaksa’.

Ada juga jamaah yang membentangkan ‘Jemaah damai, bebaskan First Travel, berangkat Umrah’ dan ‘First Travel tidak makan uang negara’.

Saat ditanya alasan membentangkan poster, Amir yang mengaku ditunjuk Andika sebagai pengawas aset First Travel mengatakan telah membuat kesepakatan.

“Saya sebagai kuasa sepenuhnya dari Andika, yang mana kami berdua membuat kesepakatan. Saya mau bantu mengawasi melindungi plus hak menjual juga asetnya. Tetapi kamu (Andika) harus buat kesepakatan dengan saya. Kalau kamu mau berangkatkan jemaah saya siap untuk melindungi aset. Aset yang disita oleh kejaksaan,” ujar Amir saat menceritakan proses pembuatan kesepakatan. (rub)

You may also read!

Reza Indragiri Amriel.

Waspada Kriminalitas Mewabah di Depok

Reza Indragiri Amriel.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Satu persatu tidak kriminalitas mulai tumbuh di Kota Depok. Di

Read More...
mohammad idris baju ungu

Ada 40.423 KK yang Terima Bantuan di Depok

Ketua Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sebanyak 40.423 Kepala

Read More...
warga depok terkena virus

Data IDI : Di Indonesia 1.000 Orang Meninggal Terkait Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Data pasien positif Korona yang meninggal antara yang diumumkan Pemerintah berbeda dengan

Read More...

Mobile Sliding Menu