IRWAN/RADAR DEPOK MENYAMPAIKAN : Kantor Imigrasi II Depok saat mengelar sosialisasi keimigrasian di salah satu hotel di Jalan Margonda Depok, Rabu(18/4).
IRWAN/RADAR DEPOK
MENYAMPAIKAN : Kantor Imigrasi II Depok saat mengelar sosialisasi keimigrasian di salah satu hotel di Jalan Margonda Depok, Rabu(18/4).

DEPOK – Tuntutan untuk meminimalisir Tenaga Kerja Asing (TKA) masih menjadi harapan tenaga kerja asal Indonesia. Namun demikian, masuknmya tenaga asing di Indonesia tetap terjadi. Bahkan di Kota Depok, merujuk data, terdapat 249 TKA yang bekerja di Kota Sejuta Maulid ini.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok, Dadan Gunawan mengatakan, per 2018 terdapat 249 TKA yang bekerja diberbagai sektor di Kota Depok.

“Yang bekerja dibidang Industri ada 100 TKA, bidang konstruksi 1 TKA, jasa perdagangan 61 TKA, dan lain-lain sebanyak 87 TKA,” kata Dadan kepada Radar Depok, kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Depok, Diah Sadiah mengatakan, dari total 249 TKA, 189 TKA yang sudah bekerja di Kota Depok sejak 2017, dan 60 orang baru masuk 2018.

Menurutnya, tidak semua TKA bertugas khusus di Kota Depok, bahkan ada yang bekerja di dua kota, bahkan bekerja antar provinsi. “Yang hanya bekerja di Kota depok sekitar 40 sampai 50 TKA,” kata Diah.

Lebih jauh, kata dia, Pemkot Depok sifatnya hanya memfasilitasi untuk memperpanjang izin TKA, atau Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA).

“Semua perijinan ada di Kementrian tenaga kerja, Pemkot Depok hanya izin memperpanjang tenaga kerja asing. Bagi TKA yang RPTKA-nya lebih dari satu tahun, bisa diperpanjang di Dinas Ketenagakerjaan Kota Depok,” tandasnya. (rub)