DEPOK – Rentetan teror di Jawa Timur belum usai. Setelah bom menyerang tiga gereja di Surabaya, bom kembali meledak di Rusunawa Wonocolo, Taman, Sidoarjo pada Minggu (13/5) malam.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos (Radar Depok Grup) di lokasi, ledakan pertama kali terdengar sekitar pukul 20.30 WIB. Salah seorang warga rusunawa, Kasmadi (50), menceritakan bagaimana kerasnya ledakan. “Kencang ledakannya. Satu kali. Begitu dengar itu saya langsung cek,” cerita Kasmadi.

Ledakan tersebut berasal dari lantai 5 Blok B Rusunawa. Kasmadi sendiri tinggal di Blok A. Setelah turun dari kamarnya, Kasmadi sudah melihat para warga bergerombol di depan Blok B.

Dia lantas berinisiatif masuk ke dalam kamar sumber ledakan. “Saya nggak sempat ingat kamarnya nomor berapa. Yang jelas sebelum saya masuk sudah ada sekuriti yang ngecek,” tambahnya.

Begitu masuk ke dalam, sudah ada seorang laki-laki yang terkelungkup berlumuran darah. Lelaki tersebut masih bernafas saat Kasmadi masuk, meskipun tersengal-sengal.

Kasmadi mengatakan, sekuriti rusunawa sempat mengatakan bila ledakan tersebut berasal dari tabung elpiji. Namun dirinya tidak langsung percaya. Dia melihat tabung elpiji di kamar itu masih utuh.

Matanya kemudian melihat sebuah tas ransel. “Saya lihat ransel itu ada sumbunya. Itu bom, masih aktif,” lanjut Kasmadi.

Kasmadi tidak mengetahui siapa nama penghuni kamar tersebut. Dia tidak hafal. Yang jelas, laki-laki tersebut sudah tinggal lama di rusunawa tersebut. Sekitar tiga tahun. “Dia jarang berbaur sama warga,” katanya.

Hingga pukul 22.40 WIB, polisi belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait ledakan di rusunawa tersebut. Dari pantauan Jawa Pos, tim Gegana sudah tiba di lokasi. Mereka membawa peralatan penjinak bom.

Saat ini, TKP masih disterilkan. Para warga dievakuasi keluar rusunawa. Jawa Pos juga mendengar empat kali suara ledakan sekitar 22.43 WIB, yang diduga berasal dari bom yang sedang dijinakkan oleh Gegana. (did/mkd/JPC)