SANI/RADARDEPOK MURAH MERIAH : Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Kementan, Yasid Taufik bersama petinggi Alfamidi sedang melihat sayuran dan buahan bazar murah yang dijual, kemarin.
SANI/RADARDEPOK
MURAH MERIAH : Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Kementan, Yasid Taufik bersama petinggi Alfamidi sedang melihat sayuran dan buahan bazar murah yang dijual, kemarin.

DEPOK – PT Midi Utama Indonesia Tbk. (Alfamidi) mengelar acara bazaar buah lokal di toko Alfamidi Super, Kecamatan Limo, Depok kemarin. Kegiatan yang dihelat selama 3 hari (14-17 Mei 2018) tersebut merupakan hasil kerja sama antara Alfamidi dan Kementerian Pertanian RI.

Corporate Communication Manager Alfamidi, Arif L. Nursandi menjelaksan, tujuan bazaar ini adalah untuk mempromosikan buah dan sayur lokal kepada masyarakat luas. Hasil panen petani buah khususnya yang ada disekitaran Depok, saat ini sudah cukup baik dan layak dipasarkan di jaringan ritel modern.

Hal ini dikarenakan, kata dia Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Dirjen Hortikultura sudah terjalin kerja sama yang bagus, dengan Japan International Corporation Agency (JICA). Ini dalam pendampingan petani-petani buah yang ada di Depok dan sekitarnya. “Ini merupakan komitmen dari Alfamidi untuk turut memasarkan buah-buahan dan sayuran lokal sehingga bisa membantu petani-petani lokal,” terangnya.

Selain di Alfamidi Supermarket Limo, pihaknya juga menggelar kegiatan serupa di Alfamidi Super Penggilingan, Jakarta Timur. “Ke depan, tentu kami juga akan menyasar daerah-daerah lain sehingga buah lokal nanti bisa lebih unggul dari buah impor,” tegasnya.

Sementara, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura   Kementan, Yasid Taufik mengungkapkan, para petani buah dan sayuran ini mendapat pelatihan dan bimbingan langsung dari JICA. Mulai dari penanaman dan pemeliharaan, hingga menghasilkan produksi buah dan sayur yang bagus.

Menurutnya, visi kementerian yakni retail di Indonesia itu mesti memprioritaskan produk lokal sayuran maupun buah. Kerjasma dengan petani dapat mengefisiensikan rantai pasok. “Saat ini kan yang menjadi persoalan petani kemana mau memasarkan, padahal produk berserakan. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan petani di Indoensia bisa hidup,” tandasnya.(san)