DEPOK – Balairung Universitas Indonesia (UI) Depok  mendadak senyap, kemarin malam sekira pukul 19:30 WIB. Tindakan melawan agama atas nama jihad dua hari yang melanda Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur jadi perhatian saat debat putaran kedua Pilgub Jawa Barat (Jabar).

Diawali lagu kebesaran Indonesia Raya, seluruh kandidat pasangan, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, Tb Hasanuddin-Anton Charliyan, Surdrajat-Ahmad Syaikhu dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi. Menumpahkan rasa duka citanya diserangkaian aksi teror bom, yang dipicu dari tragedi ricuh di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok Selasa (8/5) malam.

Ucapan duka cita lebih dulu disampaikan moderator debat, Alfito Deannova dan Anisha Dasuki. “Kami menyampaikan duka cita terhadap keluarga korban bom,” ucap Alfito membuka forum debat di Kampus UI, Depok.

Kemudian disampaikan juga Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat. Dia turut mendoakan agar para korban meninggal baik polisi maupun warga diterima amal ibadahnya oleh Tuhan.

“Tujuan (Pilgub Jabar) itu sekarang sedang diuji oleh para pengecut, para pecundang yang tidak bisa menghadapi kenyataan hidup dengan cara-cara menebar berita-berita bohong dan menebar teror,” ucap Yayat.

Menurutnya, para teroris itu tidak bisa hidup di alam demokrasi sehingga mereka membuat masyarakat khawatir dengan aksi teror yang dilancarkan hingga menimbulkan korban jiwa.

“Saya pastikan bahwa apa yang menjadi keinginan dari para pengecut, dari para pecundang itu tidak akan pernah terwujud di Indonesia khususnya di Jabar,” tegasnya.

Tak hanya itu, Yayat menyebut aksi terorisme yang lebih dulu terjadi di Mako Brimob hingga menewaskan 6 orang polisi, juga tidak membuat KPU gentar sehingga menggelar debat kedua di Depok.

“Debat kandidat Pilgub Jabar dilaksanakan di Depok, satu sampai dua kilometer dari tempat kejadian perkara perbuatan biadab dari mereka-mereka itu. Artinya kita warga Jabar tidak mungkin bisa dipermainkan oleh kelompok kecil yang mengatasnamakan kebenaran,” terangnya.

Pantauan Radar Depok di UI Depok, pasangan calon nomor urut 1, Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul, menunjukan simpatinya dengan menggunakan pita hitam di dadanya. “Ini kita lagi berduka,” ujar Ridwan Kamil di Gedung Balaiurung UI, Senin (14/5).

Pasangan calon yang lain juga mengungkapkan dukanya. Paslon Asyik mengikat pita hitam di tangannya. Sedangkan paslon yang berisikan dua mantan jenderal, Hasanah (Tb Hasanuddin-Anton Charliyan), mengutuk tindak terror atas isu terrorisme. “Ini kita sedang rame soal terrorisme, lagi darurat,” ujar Tb.

Dalam debat kali ini, mengusung tema kesejahtaraan rakyat, lingkungan hidup dan sumber daya alam.(cky/hmi)