DEPOK Magician FOR RADAR DEPOK MENGHIBUR: Anggota Depok Magician saat melakukan foto bareng dengan penggemarnya disalah satu café di Kota Depok.
DEPOK Magician FOR RADAR DEPOK
MENGHIBUR: Anggota Depok Magician saat melakukan foto bareng dengan penggemarnya disalah satu café di Kota Depok.

Banyak pecinta sulap yang belajar atas dasar penasaran, tak jarang sebelum bergabung sebagai anggota Depok Magician (DM) adalah penonton yang sebelumnya sempat menonton aksi DM.

Laporan: Rubiakto

Berangkat dari rasa penasaran, sejumlah anggota Depok Magician terdorong untuk mempelajari sulap. Alhasil, sulap menjadi aktifitas keseharian selain kegiatan pokok yang dilakukan sehari-hari.

Menurut salah satu anggota Depok Magician, Zeyn Al Sham. Tak jarang anggota DM terpengaruh dari menonton televisi dan sering melihat pertunjukan. Dia menceritakan ada salah satu anggota yang tertarik terhadap sulap dari saudaranya yang seorang dokter anak.

Dokter anak tersebut sering menggunakan sulap untuk menghibur pasien kecilnya. Bagi laki-laki yang menguasai aliran sulap Comedi Magic, sulap terasa menyenangkan dan terkesan ajaib.

Menurutnya, tidak terlalu lama untuk mempelajari trik sulap, yaitu sekitar 5 sampai 10 menit untuk satu trik. “Tapi kalau untuk bisa perform dan menjadi profesional mungkin satu tahun, baru bisa mumpuni,” ujar Zeyn.

Beragam ekspresi langsung muncul usai permainan sulap menjadi kepuasan tersendiri bagi pesulap. Ada yang sok-sokan, ada yang tidak percaya, ada yang penasaran namuan kebanyakan ekspresinya bingung dengan permainan sulapnya.

Bahkan, ada yang ingin memintanya membongkar trik tapi tentu saja anggota DM banyak yang merahasian beberapa trik sulap.

Ada lagi, Bawor Prasetyo, 26 salah satu anggota DM malah menjadikan pengalamannya dicopet justru menjadi titik awalnya mempelajari sulap. “Teman saya pernah dicopet, padahal dia sadar,” tutur Zeyn.

Karena ada dalam sulap aliran pick pocket, yaitu mengambil barang dari penonton dengan tujuan mengibur. “Atas pengalaman tersebut, menjadi titik tolak seorang ingin menjadi pesulap,” kata Zeyn.(*)