AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK KEREN : Ribuan orang memenuhi lapangan Balaikota Depok untuk tampil dengan Pakaian Adat Sunda Aki Lengser, Rabu (2/5). Kegiatan tersebut mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) karena diikuti oleh 1.197 peserta.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
KEREN : Ribuan orang memenuhi lapangan Balaikota Depok untuk tampil dengan Pakaian Adat Sunda Aki Lengser, Rabu (2/5). Kegiatan tersebut mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) karena diikuti oleh 1.197 peserta.

DEPOK – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2018, di Kota Depok sangat istimewa. Kemarin, sejak pagi Lapangan Balaikota padat. Menariknya selepas upacara, kloningan Aki Lengser sebanyak   1.000 orang, tiba-tiba masuk menghitamkan lapangan. Ribuan siswa dan guru yang tersebar di 11 kecamatan, menggunakan pakaian tradisional dari Jawa Barat (Jabar). Alhasil, aksi ini diganjar Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) sebagai rekor dunia dan nasional.

“Ini melebih dari target, karena syarat mendapatkan Muri baru itu harus mencapai 1.000 orang atau peserta,” kata Senior Manager Muri, Awan Ragargo, kepada Harian Radar Depok usai upacara Hardiknas, kemarin.

Menurutnya, melebih target ditentukan usai dilakukan penghitungan sebanyak dua kali dengan metode menghitung secara manual. Dalam penghitungan ini, sambung dia, pihak Muri dua orang dan dibantu empat orang dari pantia. Walhasil, jumlah peserta mengunakan baju Aki Lengser ini lebih dari target yaitu, 1.197 peserta.

Rekor ini murni didapatkan Pemkot Depok. Karena baru pertama kali seribu lebih orang mengunakan pakaian budaya Sunda di tingkat nasional. Bahkan kata dia, di benua mana pun belum ada yang mengadakan acara berpakaian Aki Lengser ini yang memperkenalkan budaya Jawa Barat atau suku Sunda.

“Ini sudah masuk rekor dunia dengan tema budaya, karena kami  menyakini di negara asia tengara. Bahkan benua lain belum melaksanakan acara budaya mengunaakan pakaian Aki Lengser.  Jadi baru hanya di Kota Depok. Oleh karenaya kami klaim sebagai rekor dunia,” terang Awan.

Pencapaian ini merupakan hasil kerjasama dengan semua pihak hingga mencapai hasil yang maksimal. “Ini bentuk kerjasama masyarakat dan Pemerintah Depok, kami apresiasi,” tegasnya.

Dalam raihan rekor dunia. Diketahui Dinas Pendidikan Kota Depok juga bekerjasama dengan Ikatan Budaya Sunda (IBS). Penasehat IBS Depok, Igun Sumarno mengapresiasi dan bersukur pencapaian luar biasa mendapatkan rekor muri dunia. Menurut dia, Lengser ini adalah suatu kegiatan atau keberadaan dalam jabatan yang sifatnya sederhana, tetapi mengandung makna arti yang mulia. “Jadi tatanan dalam kegiatan kebudayaan kesundaan biasanya di pandu oleh salah satu ahli dalam hal ini lengser,” kata Igun saat masih di lokasi.

Raihan muri dunia ini, kata dia, sangatlah luar biasa. Kenapa, karena para Inohong atau tokoh, budayawan Sunda, dan para guru SD dan SMP se-Kota Depok yang dinaungi Dinas Pendidikan pro aktif.  Ini sebuah prestasi budaya yang sangat luar biasa, di jaman now budaya sudah mulai dilupakan. Tapi di Depok, sangat luar biasa dalam mempertahankan budaya sunda.

“Mudah-mudahanan dalam kegiatan resmi yang akan datang kita dapat menggunakan budaya lengseran ini,” harap pria yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Depok itu.

Sementara, Walikota Depok Mohammad Idris mengatakan, peningkatan pendidikan di Kota Depok sesuai arahan Pemerintah Pusat. Bahkan, dalam dua tahun terakhir ini Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP negeri dan swasta termasuk MTS sudah seluruhnya berbasis komputer.

“Selain itu juga pemenuhan kebutuhan APK sekolah dasar mencapai 108 persen dan SMP 91,39  persen,” kata Idris.

Tidak hanya itu saja, Idris juga menyebutkan bahwa Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) di Depok  baru 40 persen. Ini kata dia akan terus ditingkatkan hingga 100 persen.  “Kekiniannya pendidikan di Depok semakin maju. Adanya raihan rekor Muri ini merupakan hadiah bagi Kota Depok yang sudah berusia 19 tahun. Depok Cerdas dan Budaya bukan hanya tagline, kami sudah realisaiskan,” tegasnya.

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mensyukuri raihan muri dunia ini di Hardiknas dan menjadi hadiah di ulang tahun ke 19 Kota Depok. “Kami bersukur atas capaian mendapatkan Muri dunia mengunakan pakaian Aki Lengser dan memperkenalkan budaya Sunda kepada masyarakat luas,” kata Pradi.

Di Hardiknas tahun ini momennya masih suasana HUT Depok. Jadi kata Pradi, masih mengunakan tema Cerdas dan Berbudaya. “Harapan kami di Hardiknas kedepan sumber daya manusia Depok bisa memiliki kompotensi. Salah satunya dengan memanfaatkan APBD Depok sebanyak 20 persen untuk meningkatkan kemapuan SDM,” beber Pradi.

Kepala Dinas Pendidikan Depok, Mohammad Thamrin menambahkan, dengan dana APBD Kota Depok 23 persennya pendidikan Depok terus ditingkatkan. Tentunya, sudah dirasakan UNBK sudah 100 persen dilaksanakan di sekolah SMP dan MTS di Depok.

“APBD Depok untuk pendidikan sudah 23 persen. Rp20 miliar dan digunakan untuk UNBK. Tahun depan kita penuhi. Kalau SD masih berbasis kertas berikutnya bertahap,” kata Thamrin, kepada Radar Depok, Rabu (2/5).

Kata dia, momentum Hardiknas masih bayak perhatian di bidang pendidikan terkait perhatian sara-prasarana. Cotohnya Dinas Pendidikan masih ada pekerjaan rumah, yang harus dikerjakan. Seperti, masih tersisa terkait tiga SMP negeri yang menumpang.  Diantaranya, SMPN 21 menumpang di SMPN 13, SMPN 23 menumpang di SMPN  11, dan SMPN 25 menumpang di SDN Kedaung. ”Semoga paling lambat tahun 2020 ketiga sekolah tersebut sudah dibangun dan memiliki sarana pendidikan sendiri,” kata Thamrin.

Terkait Hardiknas 2018 yang diselengarakan di Balaikota, tambah  dia, temanya menguatkan pendidikan memajukan kebudayaan menuju Depok yang cerdas dan berbudaya.

Selain melaksanakan upacara, berbagai acara digelar. Seperti menggelar acara semarak Hardiknas dengan kegiatan seminar, pemecahan rekor muri, bazar yang melibatkan sekolah, masyarakat dan lomba-lomba siswa dan guru.

Di Hardiknas ini, dia berharap para pelaku pendidikan di Kota Depok agar lebih baik lagi.

Lalu semua komponen saling mendukung, sehingga tanggungjawab pendidikan bukan hanya tugas Disdik semata. Tetapi, semua komponen punya tanggungjawab yang sama untuk memajukan anak-anak bangsa yang berakhlak dan berkarakter.

Di Hardiknas  Pemerintah Kota Depok juga mendapatkan penghargaan pemecehan rekor muri, dengan berpakaian Aki Lengser terbayak mencapai lebih dari 1.197 orang yang terdiri dari pelajar SD, SMP dan guru.

“Hal ini menunjukan bahwa Depok yang merupakan bagian dari Jawa Barat terus melestarikan budaya kesenian Jawa Barat yaitu Aki Lengser,” tandasnya.(irw)