Dua Tahun 200 Jamaah Depok Tidak Umrah

In Metropolis
IRWAN /RADAR DEPOK
MELAPORKAN : Belasan jemaah umrah yang menjadi korban penipuan saat melaporkan PT. Doa Arafah Madinah ke Polresta Depok, Senin (14/5).

DEPOK – Belasan warga Kota Depok dan Cawang, Jakarta mendatangi kantor Polresta Depok, Senin (14/5). Mereka merupakan korban penipuan umrah PT. Doa Arafah Madinah, yang sudah dua tahun tidak diberangkatkan ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah umrah. Jamaah juga melaporkan perusahaan penyelengara umrah tersebut.

Salah satu korban Rismalana mengaku, sudah dua tahun dari 2016 hingga sekarang tidak diberangkatkan. Meski sudah membayar lunas ke pihak PT Doa Arafah Madinah sebesar Rp25,5 juta. “Dijanjikan akan diberangkatkan tapi tidak sama sekali. Malah di 21 Maret akan diberangkatkan tapi dia minta Rp2 juta,” tutur dia kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Alasan pihak penyelengara tidak membatalkan, karena ditipu oleh pihak pesawat dan lain-lain. Namun ia menyakini bahwa perusahan tersebut akal-akalan saja. “Anak saya cek, itu tidak benar,” ucapnya.

Harapan bagi para jamaah adalah diberangkatkan untuk menunaikan ibadah di Tanah Suci. “Kami harap dikembalikan uangnnya karena kami mau ibadah,” ucap dia sambil meneteskan air mata.

Masih di lokasi yang sama, korban lainya Emma mengaku, diberikan beberapa solusi agar diberangkatkan. Solusi itu kata dia, pertama pihaknya akan memberangkatkan umrah namun harus menjual asetnya berupa ruko atau kantor.

Kedua, meminta kepada jamaah untuk mencari tiga orang untuk diberangkatkan. Jika mendapatkan tiga orang maka bisa berangkat ibadah umrah. “Kalau kami ngajak orang khawatir tidak berangkat. Solusi yang diberikan tidak jelas,” ujar Emma.

Kata dia, pihak penyelengara umrah menawarkan kepada konsumen harganya macam-macam. Dari Rp16 juta, Rp20 juta, Rp21 juta, dan Rp25 juta.

Emma mengatakan, pihak PT. Doa Arafah Madinah pun sudah memberikan barang-barang peralaran umrah, antara lain, tas, kerudung, bahkan ada yang sudah mendapatkan visa. Tapi belum juga diberangkatkan.

Maka dari itu ia bersama puluhan jamaah melaporkan ke pihak berwajib, sebab sudah mengarah kepada penipuan.

“Saya percaya awalnya karena pemilik umrah ini adalah guru, kami adalah muridnya,” ujarnya.

Lalu sebut dia, total jamaah umrah yang ditipu ada 200 orang dengan kerugian sekitar Rp6,5 miliar.

Menangapi laporan ini, pihak Polresta Depok belum memberikan keterangan prihal laporan tersebut.(irw)

 

You may also read!

shoes and care diskon

Shoes and Care Diskon 20 Persen

DISKON : Rutin Shoes and Care Depok yang berada di Jalan Akses UI No35 hadirkan

Read More...
nyambi ngopi mengedukasi

Nyambi Ngopi Edukasi Masyarakat

KOPI : Nyambi Ngopi, kedai kopi kekinian yang berada di Jalan Palakali No.1 Beji. FOTO

Read More...
menara air sukmajaya diruntuhkan

Menara Air di Jalan Kejayaan, Sukmajaya Akan di Runtuhkan

IKON : Menara air PDAM Tirta Asasta di Jalan Kejayaan, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya akan

Read More...

Mobile Sliding Menu