SANI/RADAR DEPOK DAPAT PERHATIAN: Ribuan guru honorer di Kota Depok berfoto bersama Walikota Depok, Mohammad Idris (tengah), Kepala Dinas Pendidikan, dan Kepala BKPSDM di Masjid Balaikota Depok.
SANI/RADAR DEPOK
DAPAT PERHATIAN: Ribuan guru honorer di Kota Depok berfoto bersama Walikota Depok, Mohammad Idris (tengah), Kepala Dinas Pendidikan, dan Kepala BKPSDM di Masjid Balaikota Depok.

DEPOK – Guru honorer terbilang kesejahteraannya masih sangat jauh dibanding guru yang sudah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Di Kota Depok ada sekitar 2.300 guru honorer.

Senin (30/4) lalu, Pemerintah Kota Depok menunjukkan kepeduliannya terhadap kesejahteraan guru honorer dengan mengangkat mereka menjadi guru tetap non-ASN disekolah menggunakan SK dari Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Depok.

“Sudah disahkan dan dibenarkan oleh Kementerian PAN-RB dan (Kementerian) Dalam Negeri. Sementara SK-nya dari Kadisdik karena Kepala Daerah ada ketentuan lain,” kata Walikota Depok, Mohammad Idris di Masjid Balaikota Depok saat menghadiri Pembukaan Pengarahan dan  Pembinaan Terhadap Tenaga Pendidik dan Kependidikan Non-PNS.

Selain pengangkatan, Pemkot Depok juga menetapkan kebijakan standarisasi insentif untuk guru masing-masing guru honorer.

“Dengan ketentuan tersebut diharapkan para guru honorer bisa lebih maksimal lagi dalam menunaikan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) di pendidikan,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Mohammad Thamrin.

Thamrin mengungkapkan, sebelum tahun 2018 insentif yang diterima guru honorer beragam. Mulai dari Rp400 ribu hingga Rp1 juta. Namun, di tahun ini, pihaknya telah menetapkan nominal insentifnya berdasarkan masa jabatan atau mengajar di sekolah tersebut.

“Minimal lulusan sarjana dengan masa kerja kurang dari empat tahun mendapatkan uang sebesar Rp1,25 juta. Sementara untuk guru masa kerja lebih dari 12 tahun sekitar Rp2,75 juta,” katanya.

Thamrin menambahkan, peningkatan insentif tersebut dipengaruhi oleh meningkatkannya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Depok. Dengan demikian, dirinya berharap, agar masyarakat Depok bisa memberikan kontribusi yang maksimal terhadap pembayaran pajak, karena berimbas kepada peningkatan PAD.

“Kalau PAD meningkat, secara tidak langsung akan banyak alokasi-alokasi dana yang bisa dimaksimalkan untuk kesejahteraan para guru honorer,” kata Thamrin. (cr3)