INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK ROADSHOW: Sekcam Cilodong, Sumarna (duduk, dua dari kiri) menghadiri sosialisasi RW Ramah Anak yang digagas DPAPMK di Kelurahan Jatimulya.
INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK
ROADSHOW: Sekcam Cilodong, Sumarna (duduk, dua dari kiri) menghadiri sosialisasi RW Ramah Anak yang digagas DPAPMK di Kelurahan Jatimulya.

DEPOK – Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat (DPAPMK) terus mendorong pembentukan RW Ramah Anak di seluruh RW di Kota Depok.

Salah satunya melalui kegiatan roadshow Kelurahan Layak Anak ke setiap kecamatan yang kali ini menyasar Kelurahan Jatimulya, Cilodong.

“Guna mewujudkan Depok sebagai Kota Layak Anak (KLA), kami terus menyosialisasikan kepada masyarakat tentang pembentukan RW Ramah Anak. Sebab, mewujudkan KLA harus dimulai dari bawah yaitu tingkat RW dan ini perlu partisipasi aktif dari masyarakat,” tutur Kepala Seksi Pengembangan Kota Layak Anak DPAPMK, Intan Yustisiawati di Kelurahan Jatimulya, belum lama ini.

Dikatakannya, hingga tahun 2018, dari total 906 RW di Kota Depok, sebanyak 204 RW Ramah Anak telah terbentuk.

Menurutnya, berdasarkan rencana strategi (renstra), pihaknya menargetkan pembentukan 100 RW Ramah Anak di Kota Depok setiap tahun.

“Untuk itu, Kami terus mendorong melalui lurah dan camat agar RW Ramah Anak dapat terbentuk di seluruh RW di Depok. Tetapi jika ada RW yang tidak mau dibentuk sebagai RW Ramah Anak, maka tidak bisa dipaksakan,” ujarnya.

Dia menambahkan, dalam pembentukan RW Ramah Anak terdapat lima indikator yang harus dipenuhi. Pertama, pemenuhan hak sipil dan kebebasan. Kedua, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif. Ketiga, kesehatan dan kesejahteraan dasar. Keempat, pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan budaya dan kelima adalah perlindungan khusus.

“Dalam RW Ramah Anak itu juga harus ada kepengurusannya yaitu Kelompok Kerja (Pokja) dan harus dibuat Surat Keputusan (SK) dari lurah. Kemudian, dilanjutkan dengan pendataan terhadap anak-anak guna melihat potensi yang harus dikembangkan dan permasalahan yang harus diatasi, sehingga membantu dalam membuat program atau inovasi kegiatan bagi anak di RW Ramah Anak,” tandasnya.

Sementara itu, Lurah Jatimulya, Ma’roep mengatakan pihaknya gencar melakukan upaya percepatan pembentukan RW Ramah Anak baru di lingkungan, guna memenuhi target pembentukan RW Ramah Anak di seluruh RW di Jatimulya yang berjumlah 9 RW.

“Di Jatimulya, RW Ramah Anak yang sudah terbentuk baru tiga lokasi, namun sebentar lagi akan menyusul tiga RW Ramah Anak lagi yang akan di-SK-kan dan dilaunching. Kami upayakan tahun ini seluruh RW di Jatimulya 100 persen sudah menjadi RW Ramah Anak,” tutur Ma’roep. (dra)