SANI/RADAR DEPOK BERPARTISIPASI: Stand K3S SDN Kecamatan Cinere menampilkan hasil karya anak dan makanan khas pada Hardiknas 2018 yang digelar di halaman Balaikota Depok.
SANI/RADAR DEPOK
BERPARTISIPASI: Stand K3S SDN Kecamatan Cinere menampilkan hasil karya anak dan makanan khas pada Hardiknas 2018 yang digelar di halaman Balaikota Depok.

DEPOK – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kota Depok sungguh meriah. Terhitung sejak 2 hingga 3 Mei 2018 berbagai pertunjukkan dan bazar dari masing-masing satuan pendidikan di tiap Kecamatan ikut memeriahkan, salah satunya Kecamatan Cinere.

Kepala SDN Gandul 2, Nasim mengatakan bahwa K3S SDN Kecamatan Cinere setiap tahun selalu ikut berkontribusi di Peringatan Hardiknas dengan membuka stand yang berisi hasil karya siswa sampai makanan khas dari Kecamatan Cinere.

“Ini sudah ketiga kalinya K3S SDN Cinere ikut partisipasi. Kami tampilkan hasil kreativitas anak dari tujuh SDN dan juga makanan khas yang dibuat oleh guru-guru,” kata Nasim kepada Radar Depok, ditemui di halaman Balaikota Depok, Kemarin.

Hasil karya anak-anak tersebut diantaranya berupa, bingkai foto yang terbuat dari stik eskrim, pajangan dinding dari biji kacang hijau, tempat tisu dari limbah plastik yang didaur ulang. Bukan hanya itu, prestasi yang di dapat melalui Lomba-lomba Pendidikan tahun ini juga turut ditampilkan.

“Semuanya dipajang disini, sebagai bentuk apresiasi dari kami dan juga mendorong anak-anak lain untuk semakin berkarya dan berprestasi,” ujar Nasim.

Nasim menuturkan, selama dua hari berlangsungnya EduExpo dan Bazar Hardiknas, masing-masing Kepala Sekolah dari tujuh SDN yang ada di Kecamatan Cinere bergantian menunggu stand. Hal itu sebagai bentuk kekompakkan antar masing-masing Kepala Sekolah.

“Kami itu kompak, jadi tanpa terkecuali harus datang. Kalau tidak bisa hari pertama ya hari keduanya datang untuk menjaga stand,” tuturnya.

Di Hardiknas 2018 ini, Nasim berharap semakin meningkatnya dunia pendidikan di Kota Depok, dan pembenahan dari segi sarana dan prasarana yang dinilai masih belum memadahi di SDN khususnya Kecamatan Cinere.

“Kami juga ingin sosialisasi untuk penerapan Kurikulum 13 supaya semakin digalakkan lagi agar bekal pengetahuan untuk guru-guru di sekolah selalu diperbaharui,” tutup Nasim. (san)