INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK BERORASI: Belasan warga Perumahan Bukit Cengkeh dan Taman Duta menggelar demo di sekitar Jalan Juanda sebagai bentuk protes atas lambannya penanganan Pemkot Depok atas banjir yang kerap melanda wilayah permukiman mereka.
INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK
BERORASI: Belasan warga Perumahan Bukit Cengkeh dan Taman Duta menggelar demo di sekitar Jalan Juanda sebagai bentuk protes atas lambannya penanganan Pemkot Depok atas banjir yang kerap melanda wilayah permukiman mereka.

DEPOK – Warga yang tinggal di Komplek Perumahan Bukit Cengkeh dan Taman Duta, Kecamatan Cimanggis, melakukan aksi demo di Jalan Juanda.

Para pendemo menuntut Pemkot Depok untuk segera mengatasi banjir di Komplek Perumahan Bukit Cengkeh dan Taman Duta yang kerap melanda permukiman tersebut kala musim hujan datang.

“Kami dan warga lainnya kalau musim hujan selalu kebanjiran dan hingga saat ini permasalahan tersebut belum biasa diatasi Pemkot Depok,” kata salah satu koordinator aksi, Junaedi Sitorus.

Adapun tuntutan warga lainnya adalah agar enam Kepala Keluarga (KK) yang terkena proyek pembangunan Jalan Tol Cinere-Jagorawi untuk segera dibayarkan ganti untung oleh panitia pembangunan jalan tol.

Junaedi menegaskan, jika enam rumah itu sudah dibayarkan, nantinya maka pemillik rumah akan pindah lalu rumah mereka bisa dibangun menjadi sodetan pembuangan air dari Situ Pengarengan ke Sungai Ciliwung yang bertujuan mengantisipasi banjir di Perumahan Bukit Cengkeh dan Taman Duta.

Jika enam KK itu masih bertahan maka sebaiknya panitia pembangunan jalan Tol Cijago bisa membayarkan uang ganti untung di pengadilan atau konsinyasi.

“Kami nilai jika pembangunan sodetan yang mengarah ke Sungai Ciliwung bisa meminimalisir banjir di rumah kami di Bukit Cengkeh dan Taman Duta,” ujarnya.

Tuntutan warga  lainnya adalah meminta kepada Pemkot Depok menertibkan kandang peternakan sapi yang berada di dekat Situ Pengarengan dan juga  melakukan pengerukan Situ Pangarengan.

Warga menduga peternakan sapi tersebut membuang kotoran hewannya ke Situ Pengarengan yang menyebabkan pendangkalan di situ tersebut.

“Kami menuntut juga kepada Pemkot Depok agar merelokasi kandang sapi yang ada di sekitar Situ Pengarengan,” kata Junaedi. (dra)