IST FOR RADARDEPOK

DEPOK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar mengaku kecolongan dalam insiden yang terjadi pada debat publik kedua Pilgub Jabar yang diselenggarakan di Balairung Universitas Indonesia (UI), Depok, Senin (14/5).

Ketua KPU Jawa Barat, Yayat Hidayat mengaku KPU kecolongan atas kasus pernyataan dan kaus yang menyinggung pergantian presiden yang dilontarkan Sudrajat-Syaikhu. Pernyataan tersebut memancing kisruh antarpendukung paslon.

Dia yang saat itu berada tidak jauh dari paslon tidak mengetahui Syaikhu membawa kaus yang menyinggung soal pergantian presiden. Bahkan, ia juga meyakini, paslon lain yang jaraknya saling berdekatan pun tidak menyadari hal tersebut.

“Dari segi aturan, para paslon diperbolehkan membawa atau memakai alat peraga kampanye dengan kategori bahan halus seperti kaus. Namun, kaus yang dibawa pasangan Sudrajat-Syaikhu telah melanggar tata tertib,” kata Yayat

Sebab,  sambung Yayat, kaus yang diperbolehkan hanya berkaitan dengan pilgub Jabar, bukan konteks lain. “Kalaupun itu atribut calon, kalau keras seperti botol atau papan, dilarang. Saya jelaskan atribut yang dibawa bukan atribut paslon, tapi atribut lain, tidak sesuai dengan tata tertib,” ucapnya. (cky)