INSPIRATIF: Faisal Rizal, sosok guru yang kemudian banting stir menjadi pendongeng.
INSPIRATIF: Faisal Rizal, sosok guru yang kemudian banting stir menjadi pendongeng.

Menjalani aktifitas yang sesuai hobi merupakan impian setiap orang. Terlebih jika aktifitas tersebut memberikan manfaat bagi diri maupun orang banyak. Seperti yang dilakukan oleh Faisal Rizal (29). Menjadi pengajar selama lima tahun, tak lantas membuatnya puas. Dia malah memilih menjadi seorang pendongeng. 

LAPORAN: NUR APRIDA SANI

Awalnya, Faisal Rizal merupakan pengajar di salah satu sekolah dasar swasta As sa’adatain, Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere. Selama kurang lebih 5 tahun Rizal-sapaan karibnya- menggeluti bidang itu hingga akhirnya memutuskan menjadi seorang pendongeng dan meninggalkan profesi gurunya.

Rizal mulai menekuni dunia dongeng sejak September 2016. Bermula dari melihat sosok seorang pendongeng yang datang ke sekolah untuk mengisi acara yang berlangsung di sekolahnya.

“Sekolah memanggil Awam Prakoso yang ternyata seorang pendiri Kampung Dongeng Indonesia, untuk menghibur siswa, dan dari situ saya mulai tertarik dengan dongeng,” kata Rizal saat ditemui di rumahnya, di Jalan H Mendik, Kelurahan Gandul, Cinere.

Ketertarikan Rizal bermula saat Awam dapat menirukan 130 suara binatang, suara orang dewasa, kakek-kakek hingga anak kecil kala mendongeng di hadapan anak-anak. “Akhirnya saya berkenalan dengan Awam dan banyak bercerita seputar dunia dongeng,” lanjutnya.

Perkenalan tersebut berlanjut hingga Rizal kerap diberikan pemahaman tentang dongeng lalu diajak seminar seputar dunia dongeng selama 3 hari 2 malam. “Saya diajarkan langsung oleh dia, dan itu bener-bener total, sampai saya mulai mencoba dongeng,” ujarnya.

Rizal memulai karirnya sebagai pendongeng sebulan kemudian yakni Oktober 2016, setelah mendapatkan pemahaman dan mengikuti seminar seputar dongeng. Ia pertama kali mempraktekkannya di hadapan peserta didiknya disela-sela jam pelajaran.

“Seinget saya tema pertama yang saya bawakan waktu itu tentang Isra Miraj dan sejarah kurban,” katanya.

Kesan pertama yang didapati olehnya saat pertama kali mendongeng adalah muka heran dan datar dari siswanya. Namun, hal itu dijadikan oleh Rizal sebagai materi pertama yang didapatinya usai mendapatkan teori tentang dunia dongeng.

“Ekspresi pertama siswa saat saya pertama kali mendongeng adalah muka heran, serius, tidak ada ketawa-ketawanya, tapi akhirnya saya disitu baru tau tekniknya untuk membangkitkan suasana,” tandasnya.

Seiring berjalannya waktu, ia mulai terbiasa mendogeng hingga akhirnya dia memutuskan untuk mendalami dunia dongeng dan kerap mendapatkan tawaran mengisi acara dongeng di beberapa tempat hingga mengganggu jadwal mengajarnya.

“Saya galau, karena banyak jadwal dongeng yang bentrok dengan jam ngajar. Akhirnya sekitar bulan Juli 2017 saya memutuskan menjadi pendongeng dan keluar sebagai pengajar,” katanya.

Keputusan yang diambil olehnya rupanya sempat mendapat penolakan dari kedua orang tuanya, yang menurutnya mengajar merupakan hal utama sedangkan menjadi pendongeng hanya sampingan. “Karena saya gaenak sama kepsek sering izin bilangnya sakit tapi padahal saya dongeng, akhirnya orang tua setuju,” pungkasnya. (bersambung)