AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK PENUHI KEBUTUHAN: Hiswana Migas menjamin pasokan gas elpiji 3 kg selama puasa akan aman. 25 agen elpiji di Kota Depok siap memenuhi kebutuhan masyarakat.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
PENUHI KEBUTUHAN: Hiswana Migas menjamin pasokan gas elpiji 3 kg selama puasa akan aman. 25 agen elpiji di Kota Depok siap memenuhi kebutuhan masyarakat.

DEPOK – Masyarakat diimbau tidak panik ketika gas elpiji bersubsidi 3 kilogram di warung eceran kosong. Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kota Depok menjamin pasokan elpiji selama Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri dapat terpenuhi.

Kepada Radar Depok, Penasehat Hiswana Migas, Haji Yahman Setiawan menyatakan, sebenarnya gas elpiji tidak pernah langka. Hanya saja, kata dia, adanya keterlambatan pendistribusian dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) ke pangkalan.

“Saya jamin aman selama puasa sampai Lebaran. Nggak ada yang namanya gas langka,” kata Yahman di kediamannya Jalan Raden Saleh, Kelurahan/Kecamatan Sukmajaya, Kamis (17/5).

Keterlambatan pendistribusian dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) ke pangkalan, tegas Yahman, biasanya setelah hari libur. Setiap pangkalan berbarengan mengisi ke SPBE, sehingga harus mengantre. Sedangkan kebutuhan masyarakat terhadap gas elpiji tidak pernah berhenti.

“Namanya bukan langka, hanya terlambat. Itu juga nggak sampai berhari-hari. Habis libur secara otomatis pengiriman telat. Nah, karena di pengecer belum terpenuhi, ibu-ibu rumah tangga jadi panik. Pak Walikota sampai turun sidak (inspeksi mendadak), jadinya ramai,” kata Direktur Utama PT Raja Gas ini.

Di Kota Depok sendiri, sambung Yahman, terdapat 25 agen elpiji. Semua agen yang tergabung di Hiswana Migas siap memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Apalagi di Depok, gas luber, banjir. Jangan takut, nggak perlu khawatir. Kalau harga mahal, misalnya sampai Rp23.000, itu yang jual pengecer,” katanya.

Selain PT Raja Gas, Yahman memiliki PT Antina dan PT Kamula Inti Sejahtera. Setiap harinya tiga perusahaan tersebut memasok 10 hingga 15 truk gas. Satu truk berisi 560 tabung elpiji.

“Pokoknya saya dan teman-teman di Hiswana jamin gas aman. Kalau pun kurang nanti ditambah sama Pertamina,” tegas Yahman.

Kebutuhan gas elpiji 3 kg di Kota Depok setiap bulannya sebanyak 1.425.000 tabung. (irw)