DICKY/RADARDEPOk TINDAKAN: Kapolsek Sawangan, Kompol Suprastyo saat ditemui diruang kerjanya di Polsek Sawangan, Kecamatan Bojongsari, kemarin.
DICKY/RADARDEPOk
TINDAKAN: Kapolsek Sawangan, Kompol Suprastyo saat ditemui diruang kerjanya di Polsek Sawangan, Kecamatan Bojongsari, kemarin.

DEPOK – Polsek Sawangan berhasil membukarkan sekelompok remaja yang hendak melakukan tawuran. Lokasi tawuran terjadi di Ruko Mutiara Sentoasa dan Gang Poncol, Jalan Raya Muchtar, Kelurahan/Kecamatan Sawangan. Di peristiwa tersebut, Polsek Sawangan berhasil mengamankan satu buah samurai buatan milik remaja tersebut.

Kapolsek Sawangan, Kompol Suprasetyo mengatakan, penggagalan aksi tawuran remaja berasal dari laporan masyarakat, akan terjadinya tawuran antar remaja di Ruko Mutiara Sentoasa dan gang Poncol, Jalan Raya Muchtar, Kelurahan/Kecamatan Sawangan.

“Atas laporan tersebut kami langsung menuju lokasi untuk mencegah aksi tawuran,” ujar Prasetyo kepada Radar Depok, kemarin.

Prasetyo menjelaskan, anggota Patroli Polsek Sawangan langsung menuju lokasi dan remaja yang diduga akan melakukan tawuran langsung melarikan diri. Dari hasil penelusuran, anggota Polsek Sawangan berhasil mengamankan satu buah samurai buatan yang diduga akan digunakan untuk melakukan tawuran. Dia meminta kepada masyarakat, untuk dapat saling membantu dalam pengamanan lingkungan, sehingga dapat mencegah terjadinya tindakan kriminalitas dan menciptakan suasana kondusif dan aman.

Prasetyo mengingatkan, masyarakat maupun pengurus lingkungan dapat meningkatkan siskamling dalam menjaga keamanan lingkungan. Prasetyo menilai, tindakan kriminalitas rawan terjadi pukul 02:00 hingga 06:00 WIB. Umumnya kriminalitas yang terjadi pada jam tersebut berupa pencurian kendaraan bermotor maupun pencurian lainnya. Selain itu, pemilik kendaraan dapat menambah kunci keamanan dan memastikan kendaraan terkunci sebelum meninggalkan kendaraan.

“Apabila melihat indikasi akan terjadinya gangguan kamtibmas dapat segera melapor ke Polsek Sawangan maupun Bhabinkamtibmas yang bertugas di tiap kelurahan,” tutup Prasetyo. (dic)