IRWAN/RADAR DEPOK DIAMANKAN : Sembilan pemuda diamankan Satreskrim Polresta Depok karena melakukan perbuatan kekerasan terhadap orang yang dilakukan secara bersama-sama dimuka umum dan atau Penganiayaan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 KUH dan atau pasal 351 KUHP, kemarin.
IRWAN/RADAR DEPOK
DIAMANKAN : Sembilan pemuda diamankan Satreskrim Polresta Depok karena melakukan perbuatan kekerasan terhadap orang yang dilakukan secara bersama-sama dimuka umum dan atau Penganiayaan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 KUH dan atau pasal 351 KUHP, kemarin.

DEPOK – Sembilan anggota geng Swiss berhasil diamankan Satreskrim Polresta Depok dan Polsek Sawangan, kemarin. Sembilan pemuda ini telah melakukan perbuatan kekerasan, secara bersama-sama dimuka umum.

Kejadian tersebut terjadi akibat bentrokan antar kelompok atau geng motor pada hari Jumat, (25/5) sekira pukul 02.30 wib, di Jalan Raya Arco RT2/7, Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari.

Anak muda berinisial AS (17), warga Kampung Pemagarsari, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor menjadi korban amukan geng Swiss.

“Ada sembilan orang kami amankan karena diduga terlibat penganiayaan,” kata Kasatreskrim Kompol Bintoro, kepada Harian Radar Depo, kemarin.

Kesembilan orang tersangka ini masih berusia di bawah 17 tahun, bahkan di antaranya masih bersekolah di tingkat SMP.

“Penganiayaan dilakukan oleh sekelompok anak-anak ini, terhadap seorang korban berinisial AS pada Jumat pekan lalu,” kata dia.

Korban masih dirawat karena luka akibat sabetan senjata tajam cukup dalam. Pelaku ditangkap di beberapa lokasi yang berbeda, yaitu Tangerang, Bojonggede, dan Ciledug.

“Kita juga mengamankan barang bukti berupa senjata tajam yaitu dua celurit yang digunakan oleh para tersangka, yang diduga digunakan dalam penyerangan terhadap korban,” bebernya.

Polisi masih terus mendalami kasus tersebut. Terutama mengenai motif dan peran sembilan tersangka. Mereka dijerat Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan secara bersama-sama. (irw)