DICKY/RADARDEPOK MACET: Anggota Lantas Polsek Sawangan saat membantu evakuasi truk kontainer yang melintang di Jalan Raya Ciputat-Parung, Kecamatan Bojongsari, kemarin.
DICKY/RADARDEPOK
MACET: Anggota Lantas Polsek Sawangan saat membantu evakuasi truk kontainer yang melintang di Jalan Raya Ciputat-Parung, Kecamatan Bojongsari, kemarin.

DEPOK – Kemarin, Jalan Raya Ciputat-Parung tepatnya di pintu masuk Jalan Kav. DPR Serua, Kecamatan Bojongsari, mengalami macet parah. Pasalnya, truk kontainer dari arah Jakarta menunju salah satu perusahaan di Jalan Kav DPR, Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, menabrak jembatan. Hal itu mengakibatkan truk melintang di jalan, sehingga menyebabkan kemacetan yang cukup Panjang.

Salah seorang warga Serua, Kurdi Setiawan mengatakan, kemacetan di Jalan Raya Ciputat-Parung, khususnya dari arah Parung menuju Jakarta, diakibat truk kontainer yang melintang ,sehingga menutup akses jalan di jalur tersebut. Dari penglihatannya, truk tersebut hendak masuk ke Jalan Kav DPR Serua, namun mengalami kegagalan akibat menabrak jembatan.

“Kejadian sekitar pukul 05.00 hingga 12.00,” ujar Kurdi kepada Radar Depok, kemarin.

Kurdi menjelaskan, truk kontainer dari arah Jakarta hendak memasuki Jalan Kav DPR Serua, namun saat akan masuk ke Jalan Kav DPR Serua sopir dikagetkan dengan mobil yang melintas. Tidak hanya itu, dalam keadaan sopir yang mengantuk, juga menyebabkan gagal menikung dan menabrak jembatan.

Akibatnya, sambung Kurdi truk melintang dan bagian ban belakang truk menyangkut di pembatas tengah Jalan Raya Ciputat-Parung. Walhasil, akibat peristiwa tersebut jalur Jalan Raya Ciputat-Parung arah Jakarta mengalami kemacetan. Hal itu dikarenakan, kejadian tersebut terjadi pada saat arus jam kerja masyarakat.

“Macet parah karena berbarengan dengan jam kerja masyarakat,” terang Kurdi.

Sementara itu, Kanit Lantas Polsek Sawangan, Iptu Sulung Marsigit menuturkan, untuk menghindari kemacetan, anggota Lantas Polsek Sawangan telah membantu evakuasi dan mengatur arus lalu lintas. Tidak sedikit masyarakat yang hendak melintas menggunakan jalan alternatif.

“Masyarakat banyak yang menggunakan jalan alternatif untuk menghindari kemacetan,” tutup Marsigit. (dic)