DICKY/RADARDEPOK PENGIKAT ELASTIS: Pengikat segel kotak suara untuk TPS 20, Kelurahan/Kecamatan Bojongsari, yang terbuat dari bahan elastis tidak bertuliskan KPU. Insert: Kotak suara terbuat dari kardus telah didistribusikan ke sejumlah TPS di Bojongsari, kemarin (26/6).
AHMAD FACHRY /RADAR DEPOK
DISTRIBUSI LOGISTIK PILKADA: Petugas PPS dibantu aparat keamanan saat melakukan pendistribusian logistik pilkada Jawa Barat dari PPS ke TPS di lingkungan RW 04, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Selasa (26/6).

DEPOK – Sehari jelang Pilkada serentak, sejumlah TPS di Kecamatan Bojongsari akan menggunakan kotak suara berbahan kardus. Tidak hanya itu, ditemukan juga tujuh pengikat segel kotak suara di Kelurahan Bojongsari tanpa adanya tulisan KPU.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kelurahan Bojongsari, Ita Suparta mengatakan, di Bojongsari ada 28 TPS yang akan menggunakan kotak suara berbahan kardus.

“Kelurahan Bojongsari jumlah pemilih mencapai 10.359 suara,” terang Ita kepada Radar Depok.

Ita mengungkapkan, kotak suara berbahan kardus terbilang aman dan masyarakat tidak perlu khawatir. Menurutnya, guna menjaga keamanan kotak suara terhindar dari kerusakan, telah diantisipasi baik dalam pengiriman maupun saat pelaksanaan. Pengiriman menggunakan terpal maupun plastik, menjaga kotak suara terhindar dari air maupun bahan yang dapat merusak.

Tidak hanya itu, lanjut Ita TPS di Kelurahan Bojongsari memanfaatkan fasilitas sekolah maupun penyimpanan di dalam rumah. Sedangkan terkait pengikat kotak suara yang tidak bertuliskan KPU, ada tujuh pengait yang tidak bertuliskan KPU dikarenakan mengalami kekurangan dan tetap akan digunakan untuk pemilihan Pilgub. Hal itu dikarenakan, sebelumnya KPPS Bojongsari telah berkoordinasi dengan pihak Pengawas KPUD dan diperbolehkan.

Ita meminta, masyarakat dapat mendatangi TPS yang telah ditentukan untuk menggunakan hak suaranya dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023. “Gunakan hak suara untuk menentukan pemimpin Provinsi Jawa Barat,” harap Ita.

Seorang warga Bojongsari, Samsudin menilai, kotak suara berbahan kardus tidak ideal dipakai pada Pemilu. Seharusnya penyelenggara menyediakan kotak suara yang terbilang aman.

“Seharusnya seperti pemilihan sebelumnya pakai bahan terbuat dari seng bukan kardus,” ujar Samsudin kepada Radar Depok, kemarin (26/6).

Samsudin menjelaskan, ada berbagai kemungkinan yang akan menyebabkan kerusakan kotak suara berbahan kardus, yakni kerusakan apabila terkena hujan maupun tumpahan air. Apabila kotak suara rusak, bukan tidak mungkin akan menjadi polemik saat pemilihan nanti.

Terpisah, Ketua Divisi Umum, Keuangan dan Logistik KPU Kota Depok Nana Shobarna menjelaskan, pada Pilgub Jabar 2018, selain menggunakan material seng atau kaleng, ada beberapa kotak suara yang menggunakan kotak berbahan kardus. “Tapi lebih banyak yang kalengnya,” kata Nana.

Ia menguraikan untuk kotak suara berbahan kardus hanya 145 kotak, dimana total keseluruhan kotak suara yang dibutuhkan pada Pilgub Jabar 2018 mencapai 3.302 mengikuti jumlah TPS yang ada di Kota Depok. “Pendistribusian kotak suara berbahan kardus sendiri ada di Kecamatan Bojongsari dan Cinere,” urainya.

Terkait keamanan, sambung Nana, kotak suara berbahan kardus sendiri merupakan kotak yang diadakan oleh KPU Jabar dan tentunya sudah sesuai spesifikasi dari ketentuan pengadaan logistik Pilgub Jabar 2018.

“Jadi karena dari 3.302 TPS masih ada kekurangan kotak, kemudian kami diperintahkan untuk mengajukan kekurangan, kekurangan itu yang dikirim kotak kardus. Kotak itu pun ada segel seperti halnya kotak suara berbahan kaleng,” kata Nana. (dic/cky)