Beranda Metropolis 9 Korban Guru WA Harus Lapor

9 Korban Guru WA Harus Lapor

0

DEPOK – Sejauh ini, baru 4 dari 13 siswa menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan WA guru SD di Kota Depok, sudah melapor. Sementara sisanya, menurut Pengamat Kebijakan Publik Pejuang Hak Anak, Jeanne Noveline Tedja, orang tua korban diminta segera melapor ke Polresta Depok.

Si pelaku, kata Nane -sapaanya- mengaku jumlah korban sedikitnya 13 anak. Malah, dia menduga korban lebih dari 13 anak, karena pengakuan para korban, tiap kali mata pelajaran Bahasa Inggris berlangsung, pelaku memisahkan siswa laki-laki dan siswa perempuan di 2 kelas yang berbeda. Rombongan belajar kelas VI ada sebanyak dua kelas. Saat pelajaran Bahasa Inggris tersebut pelaku mengajak siswa laki-laki menonton video porno dari Hape-nya, dan mengajarkan dan menyuruh siswa melakukan senam tangan alias masturbasi.

Pelaku mengancam, kalau mereka tidak melakukan akan diberikan nilai yang rendah untuk mata pelajaran (Mapel) Bahasa Inggris. “Beberapa korban bahkan, ada yang di sodomi sampai 7 kali dan ada yang diminta melakukan oral seks terhadap pelaku,” terangnya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Sementara, menurut orang tua korban yang sudah melapor. Saat ini keluarga pelaku berbagai upaya, agar pelaku mendapat hukuman ringan atau bahkan tidak dihukum. Mengingat pelaku dulunya adalah merupakan korban juga. Hal ini tentu tidak boleh terjadi. Pelaku jelas-jelas melanggar UU No.35 Tahun 2014 (perubahan atas UU no. 23 Tahun 2002 ttg Perlindungan Anak) pasal 76E.

“Saya mengecam keras para orangtua yang tidak mau melaporkan pelaku, dengan alasan takut nama baik tercemar. Tolong pikirkan masa depan anak. Anak-anak yang menjadi korban pelecehan ataupun kekerasan seksual akan berpotensi menjadi pelaku bila mereka dewasa nanti,”

Sangat penting bagi orangtua untuk segera melaporkan, agar anak mereka mendapatkan perawatan berupa rehabilitasi psikologis sampai tuntas. “Data statistik menunjukkan 70% pelaku phedophilia adalah korban pelecehan atau kekerasan seksual saat mereka usia anak,” tegasnya.

Sebelumnya, Kapolresta Depok, Kombespol Didik Sugiarto mengatakan, terus melakukan penyidikan lebih lanjut atas kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum guru berinisial WA, di sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Depok. Hingga saat ini, korban yang baru teridentifikasi masih berjumlah 13 orang yang berasal dari siswa pria SD kelas VI.

“Untuk sementara masih yang kemarin (korban yang teridentifikasi), masih 13 (korban). Tapi tim masih berkerja keras,” kata Didik kepada Harian Radar Depok.

Didik menuturkan, dari 13 korban tersebut kemungkinan bisa bertambah. Untuk itu, tim penyidik akan terus melakukan pendalaman terhadap fakta-fakta dengan mengumpulkan keterangan baik dari saksi maupun keterangan dari tersangka.

“Tim penyidik akan mendalami keterangan saksi-saksi dan semua keterangan dari tersangka. Tim bergerak bukan menunggu laporan, artinya kita aktif mendalami fakta-fakta yang sudah kita temukan, tim masih berkerja,” tambahnya.

Hingga saat ini, masih empat keluarga korban yang melapor kepada Polresta Depok. Namun, pihak kepolisian tidak hanya menunggu laporan dari keluarga korban, sehingga pihaknya akan terus mendalami kasus tersebut.

“Sementara laporan yang diterima pihak kepolisian baru empat (korban) itu (yang melapor). Tapi tentunya tim dari laporan itu tidak menunggu laporan,” katanya.(irw)