Beranda Politika Biaya Satu TPS di Depok Rp4,5 Juta

Biaya Satu TPS di Depok Rp4,5 Juta

0
Biaya Satu TPS di Depok Rp4,5 Juta
RICKY/RADAR DEPOK LIPAT: Para tenaga sortir lipat saat melipat surat suara untuk Pilgub Jabar 2018 di Gudang Logistik KPU Kota Depok, Jalan Agus Salim Kp. Sidamukti RT.04/21 Kelurahan Sukamaju, Cilodong.
RICKY/RADAR DEPOK
LIPAT: Para tenaga sortir lipat saat melipat surat suara untuk Pilgub Jabar 2018 di Gudang Logistik KPU Kota Depok, Jalan Agus Salim Kp. Sidamukti RT.04/21 Kelurahan Sukamaju, Cilodong.

DEPOK Penyelenggaraan pesta demokrasi tentunya membutuhkan biaya. Kadang jumlahnya tak sedikit. Seperti di Pilgub Jabar 2018. Diketahui, untuk biaya operasional pada satu tempat pemungutan suara (TPS), membutuhkan anggaran mencapai Rp 4.550.000. Di Depok, total memiliki sebanyak 3.302 TPS.

Jumlah tersebut, belum termasuk biaya sosialisasi, bimbingan teknis (Bimtek) tiap jajaran, bahan logistik, honor tenaga sortir lipat dan sewa gedung, honor PPK, PPS, staf, dan pendistribusian.

Komisioner KPU Kota Depok, Nana Shobarna menguraikan, di Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS), ketua mendapat honor Rp440 ribu, sementara tiap satu anggota (jumlah ada enam anggota) menerima honor Rp400 ribu.

“Selama menjadi KPPS segitu honornya, karena saat hari H saja pekerjaan mereka yang krusial. Jadi dilantik sebelum hari H, sesudah dilantik dilakukan dua kali Bimtek. Tapi tiap malam keliling terus PPS untuk memastikan mereka siap. Ya lumrah karena kebiasaan. Suatu kebanggan bagi mereka bisa berpartisipasi untuk negara,” kata Nana saat ditemui Radar Depok, Jumat (22/6).

Ketua Divisi Umum, Keuangan dan Logistik KPU Kota Depok ini melanjutkan, untuk pengamanan tiap TPS Rp320 ribu di kali dua orang, dari unsur masyarakat, linmas atau hansip setempat. Sedangkan untuk anggaran pembuatan TPS Rp750 ribu.

“Untuk sewa tenda bangku, pengadaan triple untuk menempel informasi dan lainnya, biasanya mereka mempergunakan yang ada di tiap wilayah. Malahan, kadang-kadang tiap KPPS berinovasi untuk membuat TPS-nya menarik,” paparnya.

Selanjutnya, untuk fotocopy SPJ Rp5 ribu, biaya konsumsi untuk 9 orang Rp35 ribu per orang. Jumlah tersebut, jika diakumulasikan mencapai angka Rp 4.550.000, sedangkan jumlah TPS di Depok 3.302 unit.

“Jadi, mereka bertugas untuk satu hari saja. Setelah dilakukan Penghitungan suara, menyerahkan kotak suara kelurahan dan wajib menyampaikan C1 ke KPU. Untuk logistik, seperti surat suara, tinta, bilik dan lainnya, seluruhnya dari KPU Jabar. Bukan domain kami, mengingat besarnya anggaran yang dipergunakan, masyarakat harus proaktif dengan menggunakan hak suaranya pada 27 Juni besok,” ucap Nana.

Nana menambahkan, saat ini tahapan yang sedang dilakukan adalah pendistribusian logistik ke tingkat PPK atau kecamatan, dimana Rabu (20/1) telah mendistribusikan bilik suara ke 11 kecamatan di Kota Depok.

“Jadi sampai 23 Juni, semua logistik yang ada sudah bergeser ke PPK, kemudian 25 Juni mereka mendistribusikan ke PPS, selanjutnya 26 Juni, PPS mendistribusikan ke tiap TPS. Pada 26 Juni intinya seluruh logistik sudah diterima di KPPS, dan 27 Juni melakukan pencoblosan,” tandas Nana. (cky)