Beranda Metropolis Enam Saksi Kompak Katakan Dipotong

Enam Saksi Kompak Katakan Dipotong

0
Enam Saksi Kompak Katakan Dipotong
IST FOR RADARDEPOK SIDANG: Sidang lanjutan Korupsi RTLH, di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, yang dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Bandung.
IST FOR RADARDEPOK
SIDANG: Sidang lanjutan Korupsi RTLH, di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, yang dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Bandung.

DEPOK – Enam saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), dalam sidang lanjutan Korupsi Rumah Tidak Layak Huni RTLH di Kelurahan Sukmajaya, CIlodong, kompak mengakui ada pemotongan uang kemarin. Bahkan, setelah menerima dari Bank bjb, penerima manfaat langsung diminta menyerahkan uangnya ke ketiga terdakwa.

Sidang yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung itu, menghadirkan enam saksi, dari sepuluh saksi yang telah dijadwalkan sebelumnya. Keenam saksi penerima manfaat yang datang antara lain, Elly yuliana, Muslim, Dedi S, Hendri Putra, Suradi, dan Rudi.

Menurut JPU dalam persidangan, Tohom Hasiolan. Salah satu saksi penerima manfaat, Manta menerangkan sebelum dilaksanakan pembangunan RTLH sempat ada pertemuan di rumah Ketua RW3 dan RW10 sebelum pencairan dana.

Dalam pertemuan tersebut, warga penerima manfaat akan dilakukan pemotongan sebesar Rp 3 juta. “Itu yang membahas Almarhum Nur Husen dan terdakwa Agustina,” kata Tohom.

Selain itu, saksi lain Susanti mengatakan, setelah dana cair di bank langsung dimina diserahkan ke terdakwa Agustina, Aulia, dan Tajudin untuk dikelola. “Padahal seharusnya yang mengelola dan menerima uang tersebut adalah penerima manfaat sendiri,” kata Tohom menjelaskan.

Selain itu, untuk penerima manfaat hasil musrebang atas nama Suradi dan Rudi mengaku, telah menyerahkan uang Rp1 juta ke LPM, pada saat itu. Selain itu Tohom mengatakan, untuk pembuatan proposal warga tidak tahu sama sekali. “Mereka tidak tahu siapa yang membuat proposal, tiba-tiba proposal sudah jadi,” tegasnya.
Sidang yang dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Bandung itu dipimpin Ketua Majelis Hakim, Lince Purba dan dimulai sekitar pukul 10:30 WIB. Sidang ditunda seminggu, dan akan dilanjutkan, Senin (2/7), dengan agenda masih mendengar keterangan saksi.(rub)