Beranda Utama Final Debat Lebih Kondusif

Final Debat Lebih Kondusif

0
Final Debat Lebih Kondusif
RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG DEBAT: Sejumlah pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat pada debat publik ketiga di Sudirman Grand Ballroom, Kota Bandung, Jumat (22/6).
RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG (GRUP RADARDEPOK)
DEBAT: Sejumlah pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat pada debat publik ketiga di Sudirman Grand Ballroom, Kota Bandung, Jumat (22/6).

BANDUNG – Momen keakraban empat paslon Pilgub Jabar tergambar saat debat pamungkas malam ini. Keempat paslon saling tegur sapa dan berbincang di sela-sela istirahat debat Cagub Jabar yang digelar di Grand Ballroom Sudirman, Jalan Sudirman, Kota Bandung, Jabar, Jumat (22/6) malam.

Saat jeda istirahat, para calon terlihat berbaur di panggung debat. Cawagub nomor empat Dedi Mulyadi dan Cagub nomor tiga Sudrajat menghampiri kursi paslon nomor dua TB Hasanuddin-Anton Charliyan.

Mereka berempat tampak berbincang akrab sambil sesekali tertawa. Tampak di sisi lain, Cawagub Ahmad Syakhu berbisik dengan Cagub nomor empat Deddy Mizwar. Sementara paslon nomor satu Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum tetap duduk di kursinya. Namun, sesekali keduanya melempar senyum kepada paslon lainnya.

Momen kehangatan empat paslon ini bukan pertama kalinya terjadi. Saat dua prosesi debat sebelumnya, momen keakraban juga diperlihatkan mereka.

Di sisi lain, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto hadir dalam debat final Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Selain Prabowo, Ketua Umum PKS Sohibul Iman juga hadir didampingi mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

Prabowo hadir di Ballroom Sudirman mengenakan kemeja safari coklat dengan pengawalan ketat aparat. “Angka tiga-angka tiga,” cetus Prabowo kepada awak media di Ballroom Sudirman, Jumat (22/6).

Pada debat ketiga ini, pengamanan lebih ketat dibandingkan debat putaran kedua. Tak hanya itu, jumlah pendukung yang hadir dalam debat ini dibatasi sebanyak 50 orang per satu pasangan calon. Pada debat kali ini, penyelenggara mengangkat tema pembangunan manusia yang berkualitas untuk kemajuan Jabar.

Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berharap, debat ketiga ini berjalan dengan kondusif dengan lebih banyak transfer adu gagasan antarpasangan calon. “Namanya debat itu kan adu gagasan intelektual, jadi saya minta untuk masa nanti tidak usah teriak-teriak,” katanya.

Menurut Dedi, pada debat kali ini tidak ada persiapan khusus dan akan memaparkan materi berdasarkan hasil kampanye ke daerah – daerah. “Saya jalani dengan alamiah saja, tidak pakai konsultan dan hal lainnya,” katanya.

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar nomor urut 3, Sudrajat-Ahmad Syaikhu sempat membuat audiens Debat ke-3 Pilgub Jabar sedikit tegang. Pasalnya, khawatir pasangan Asyik ini kembali melakukan aksi fenomenal dengan membawa kaus #2019GantiPresiden.

Namun, dalam acara closing statment tadi malam, pasangan Sudrajat-Syaikhu justru memuji tiga pasangan calon lainnya dihadapan para pendukungnya. “Pertama kali ingin kita sampaikan tiga lainnya, mereka berbudi pekerti, alhamdulilah,” ujar Sudrajat, Jumat (22/6).

Dalam sesi tersebut Sudrajat tetap mengajak masyarakat Jabar untuk memilih paslon nomor 3 tersebut. Sebab, pasangan yang kerap disebut ‘Asyik’ ini berkomitmen penuh untuk membangun Jabar menjadi termaju melalui agama.

“Asyik mempunyai program Jabar termaju jadi contoh provinsi lainnya. Kemajuan itu berdasar dari ketaqwaan, tanpa rahmat tuhan, kita enggak kemana-mana. Dengan ketaqwaan kita buat Jabar aman, dari segi kriminalitas aman bagi perempuan, aman dari pada penistaan bayi,” katanya.

Kandidat Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Ridwan Kamil mengawali paparan visi misinya menggunakan bahasa isyarat. Tangannya bergerak mengisyaratkan kalimat Assalamuallaikum. “Itu tadi saya menyapa warga Jabar yang menggunakan bahasa isyarat,” kata Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

Pada acara itu, KPU Provinsi Jawa Barat mengundang perwakilan disabilitas yang ditempatkan di barisan paling depan tempat duduk atau VVIP. Selama acara berlangsung, seorang penerjemah bahasa isyarat juga bertugas di depan para perwakilan penyandang disablitas. Menurut Kang Emil, tingkat kebahagiaan warga mendapat rangking 30 dari 34 provinsi. Artinya, Jabar kurang fokus membangun SDM Jabar. “Kami, Rindu akan fokus membangun SDM Jabar yang bertakwa, Pancasilais, dan berinovasi,” kata Kang Emil.

Ia menjelaskan, program pasangan calon nomor urut 1 Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul (RINDU) akan membangun kota ramah anak, ibu-ibunya bahagia karena KDRT dan human trafficking akan diberantas, serta membuat usaha- usaha kreatif untuk para ibu. Untuk pemudanya, RINDU akan bangun creative center, tempat bagi anak muda berinovasi dan mengembangkan diri. Sementara itu, bagi lansia akan mendapatkan akses gratis untuk semua urusan.

“Khusus untuk lansia, kami akan gratiskan semua untuk urusan lansia. Kami ingun jadikan Jabar Juara lahir batin,” kata dia.

Sementara itu, mengawali sesi pertama debat, pasangan Tb Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) menyapa publik dengan cara santai. Lewat pantun, mereka menyampaikan permohonan maaf lahir batin, terkait dengan Hari Raya Idulfitri.

Berkaitan dengan sumber daya manusia, mereka berpendapat, Jawa Barat memiliki nilai kearifan lokal yang sudah berlangsung turun-temurun, seperti nilai cageur, bageur, bener, singer, teger serta nanjeur. Hal ini dianggap masih relevan untuk diterapkan menjadi pedoman dalam pembangunan sumber daya manusia masa kini.

Nilai tersebut kemudian diterjemahkan dalam sejumlah program yang digulirkan pasangan Hasanah, di antaranya Jabar Cageur. Pada intinya, itu menjadi salah satu cara pasangan Hasanah salam membangun sumber daya manusia yang cageur atau sehat secara keseluruhan.

“Di sini kita menerapkan pembangunan sumber daya manusia harus dalam Indonesia raya, bangunlah jiwanya bangunlah badannya,” ujar Anton.

Berkaitan dengan kesehatan, Hasanah menilai, saat ini masih ada rakyat miskin yang belum bisa mengakses layanan tersebut. “Menurut kami derajat kesehatan di Jawa Barat itu baru sampai peringkat kesepuluh dari bawah. Mengapa, banyak rakyat miskin 3,8 juta yang tidak mampu membayar biaya untuk berobat,” katanya. (dtc/viv/pr/tbn)