Beranda Utama “Head to Head” Dihapus

“Head to Head” Dihapus

0

BANDUNG – Pilkada Jawa Barat 2018 memasuki fase akhir debat publik. Rencananya, debat ketiga akan digelar di Grand Ballroom Sudirman, Bandung Jumat (22/6) mulai pukul 19.30 hingga 21.30. Dalam debat, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar mengubah sistem debat dengan meniadakan debat antarpasangan calon (head to head). Alasan ketertiban jadi pertimbangan.

Namun, sistem ini diprediksi Pengamat Ilmu Politik dan Pemerintahan Universitas Katolik Parahyangan Asep Warlan Yususf justru membuat jalannya debat ketiga akan berakhir antiklimaks. Hilangnya head to head akan membuat paslon cenderung hati-hati agar tak kehilangan citra.

“Substansi akan antiklimaks. Menurut saya panggung debat itu hanya sebatas menggugurkan kewajiban adanya debat publik saja,” kata Asep.

Menurut Asep, esensi debat akan hilang dengan ditiadakannya debat terbuka antarpasangan calon. Apalagi, dari dua debat sebelumnya, pasangan calon belum memperlihatkan secara detail program dan gagasannya untuk Jabar.

“Padahal makna debat itu adalah antar kandidat. Karena lagi-lagi hemat saya pada pasangan calon yang diungkapkan itu-itu saja,” ucapnya.

Asep menilai, langkah antisipasi yang dilakukan KPU cenderung mundur dari substansi debat. Idealnya, lanjut Asep, rambu-rambu debat mesti diperketat tanpa mengurangi esensi dari debat itu sendiri.

“Ya harusnya rambunya yang diperketat tidak boleh saling menghina, tidak boleh bawa isu Pilpres, tidak boleh ada hubungan dengan tokoh. Mungkin itu (faktor ketertiban) jadi pertimbangnya. Pihak keamanan tidak ingin mengandung dan mengundang potensi (gesekan) yang ada. Tapi kan bisa diatur, bukan mereka (paslon) yang dijinakan,” tuturnya.

Diketahui, KPU Jabar membuat sejumlah perubahan krusial dalam debat terakhir Pilgub, Jumat (22/6). Itu tak lepas dari insiden kisruh di Universitas Indonesia, Kota Depok beberapa waktu lalu.

Kabag Hukum, Teknis, dan Hubungan Partisipasi Masyarakat KPU, Teppy Darmawan mengatakan, para paslon nantinya wajib menyampaikan ajakan pilkada damai.

“Kami ingin mendorong terwujudnya pilkada yang kondusif. Maka dari itu, andil mereka sangat penting,” ujar Teppy, Kamis (21/6).

“Tim kreatif TV juga nanti membantu kami,” lanjut dia.

Teppy menambahkan, KPU juga meminta para paslon untuk saling memuji kompetitornya. Dalam salah satu sesi debat, nantinya paslon diwajibkan memberikan gambaran ihwal kebaikan-kebaikan kontestan lain.

“Mereka harus mengungkapkan satu kata baik pada paslon lainnya,” jelas dia.

Adapun tema yang diangkat dalam debat edisi terakhir nanti bertajuk ‘Pembangunan Manusia yang Berkualitas untuk Mempercepat Kemajuan Jawa Barat’. “Nanti disiarkan langsung oleh dua stasiun televisi swasta. Moderatornya Aryo Widiardi dan Aviani Malik,” tandas Teppy.

Terpisah, perwakilan Polrestabes Bandung, Kompol Robi menegaskan, perlunya merancang kegiatan dengan baik.

“Kami juga mengerahkan 1.524 petugas pengamanan terbuka dan tertutup, terdiri atas anggota polri yang didukung TNI dan instansi lainnya,” tegasnya. (kcm/JPC)