Beranda Utama Iriawan Siap Pertaruhkan Jabatan

Iriawan Siap Pertaruhkan Jabatan

0
Iriawan Siap Pertaruhkan Jabatan
SITI FATONAH/JAWA POS GEBRAKAN PERTAMA: Penjabat Gubernur Jawa Barat, Komjen Pol Iriawan saat memantau arus balik mudik 2018 di Pos Pengamanan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Rabu (20/6).
SITI FATONAH/JAWA POS (GRUP RADARDEPOK)
GEBRAKAN PERTAMA: Penjabat Gubernur Jawa Barat, Komjen Pol Iriawan saat memantau arus balik mudik 2018 di Pos Pengamanan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Rabu (20/6).

BANDUNG – Polemik penunjukkan mantan Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol M Iriawan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat masih ramai diperbincangkan. Pro kontra masih terjadi di beberapa pihak, namun per 18 Juni 2018 M Iriawan resmi menggantikan Gubernur Jabar periode 2013-2018.

Jenderal bintang tiga yang kerap disapa Iwan Bule, tidak lagi berbicara regulasi. Sebab dirinya ditunjuk melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Perihal ketentuan yang berpotensi untuk dilanggar yakni UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI, di mana Pasal 28 ayat (3) dinyatakan bahwa anggota Polri dapat menduduki jabatan di luar kepolisian setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas kepolisian.

“Saya tidak berbicara masalah regulasi. Tentunya Kemendagri sudah mengkaji secara mendalam, itu bukan domain saya berbicara. Saya hanya disiapkan dan tugas (Pj Gubernur) saya kerjakan. Regulasi tersebut sudah dikaji jauh-jauh hari,” kata Iwan Bule di Pos Pengamanan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Rabu (20/6).

Terkait adanya pengakuan hak angket, dirinya mempersilakan siapapun yang akan, menempuh jalur hukum. Jika sekiranya pengangkatan perwira aktif Polri sebagai Pj Gubernur kurang tepat.       “Jika aturan tersebut tidak pas menurut beberapa pihak, silakan ada saluran hukum. Saya tidak akan banyak berbicara itu, saya hanya melaksanakan tugas (sebagai Pj Gubernur),” ungkapnya.

Namun, pihak Kemendagri telah mengkaji keputusan tersebut agar tidak ada regulasi yang dilanggar. “Saya di sini tidak mungkin regulasinya beliau (Kemendagri) langgar. Ini sudah dipersiapkan dengan baik, tidak mungkin tidak pas. Ada ahlinya di Kementerian itu, masa Kemendagri akan menyerahkan Kepres kemudian akan membuat Presiden salah,” tegasnya.

Setelah resmi menggantikan Ahmad Heryawan, beberapa partai politik mulai bersuara dan menolak keputusan tersebut. Namun, kata Iwan Bule dirinya akan tetap profesional menjalankan tugas bahkan mempertaruhkan nama dan jabatannya itu.

“Wacana hak angket silahkan saja. Buat saya bekerja saja sekarang. Mari kita tunjukan di Jabar yang kita cintai ini. Saya akan pertaruhkan nama baik dan jabatan saya di Pj Gubernur ini,” tandasnya.

Sementara itu, Iriawan alias Iwan Bule melakukan tugas pertamanya dengan memantau arus balik mudik Lebaran 2018 di Pos Pengamanan Cileunyi, Kabupaten bandung, kemarin (20/6). Ia mengaku mendapat laporan dari pihak kepolisian saat ini yang sudah mudik mencapai 65 persen. Sedangkan 35 persen lagi belum kembali.

“Jadi masih ada sisa-sisa pemudik yang belum kembali,” kata dia.

Ia mengimbau kepada kepada kepolisian untuk tetap mengawal operasi ketupat lodaya 2018 hingga 24 mendatang. Dengan kesiapan kepolisian pun menjadi salah satu faktor turunnya angka kecelakaan di Jawa Barat. “Dari info Dinas Perhubungan angka kecelakaan turun, ini artinya ada kesadaran pemudik juga kesiapan anggota di lapangan,” ujarnya.

Perihal puncak arus balik, kata Iwan Bule, sudah lewat. Sebab cuti bersama yang cukup panjang ini mengubah tren pemudik. Biasanya, para pemudik akan kembali ke kota secara bersamaan, dengan cuti hari raya yang panjang dan sistem masuk pekerja yang berbeda jadi tidak sekaligus. “Kalau tahun kemarin kan sekaligus. Sehingga tahun ini lebih lancar dibanding tahun kemarin,” ungkapnya.

Volume kendaraan pun berbeda dengan tahun sebelumnya. Kini para pemudik banyak yang memilih menggunakan transportasi umum dibanding pribadi baik roda dua maupun empat. “Sekarang itu jalan jalan sudah mulai luar biasa dari pembangunannya dan pemudik lebih banyak menggunakan transportasi umum,” tandasnya.

Dalam kegiatan pantauan arus balik di Pos Pengamanan Cileunyi, Pj Gubernur didampingi Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Polres Bandung dan jajaran. (ce1/ona/JPC)