Beranda Metropolis Pasca Lebaran Harga Komoditi di Depok Turun

Pasca Lebaran Harga Komoditi di Depok Turun

0
Pasca Lebaran Harga Komoditi di Depok Turun
IRWAN/RADAR DEPOK SIDAK : Kepala Disperindagin Kota Depok Kania Parwanti dan Kepala Bidang Perdagangan Anim Mulyana saat melakukan sidak di salah satu swalayan di Kota Depok pasca Lebaran, Kamis (21/6).
IRWAN/RADAR DEPOK
SIDAK : Kepala Disperindagin Kota Depok Kania Parwanti dan Kepala Bidang Perdagangan Anim Mulyana saat melakukan sidak di salah satu swalayan di Kota Depok pasca Lebaran, Kamis (21/6).

DEPOK – Tak ingin ada pasar tradisional dan moderen yang memainkan harga pasca hari raya Idul Fitri 1439 Hijriyah. Kemarin, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Depok melakukan inspeksi mendadak (Sidak). Hasilnya sejumlah harga komoditi stabil dan cenderung turun.

Kepala Disdagin Kota Depok, Kania Parwanti menuturkan, harga komoditi di pasar tradisional dan moderen terbilang stabil. Namun, ada beberapa yang sudah turun di pasar tradisional salah satunya cabai. “Kami cek harga di pasar tradisional dan moderen. Kalau cek harga di pasar moderen atau swalayan disesuaikan harga eceran tertinggi (HET) dari aturan kementrian,” kata Kania kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Kegiatan ini, kata Kania untuk memastikan harga produk yang di aturan menteri tersebut. Apakah sudah sesuai HET atau belum. “Kami berikan surat teguran tebusan langsung dari Kemendag jika melanggar,” tegas Kania.

Sidak juga sesuai aturan baru dari Menteri Perdagangan No58 Tahun 2018, tentang harga eceran tertinggi. “Surat peraturan ini keluar pada 2 Mei tahun ini,” ucap Kania.

Sementara, Kepala Bidang Perdagangan Disdagin Depok, Anim Mulyana mengatakan, sidak pasca hari raya dilakukan di Pasar Agung dan swalayan atau pasar moderen. Dari pantauannya di pasar, kata Anim masih stabil. Bahkan sudah ada yang turun harganya. “Harga di pasar tradisional masih sama jelang hari raya, tapi ada beberapa harga komoditi yang turun,” kata dia.

Sedangkan untuk harga komoditi di swalayan akan disesuaikan harga aturan terkait harga eceran tertinggi. “Semua mengikuti harga eceran tertinggi,” ucap dia.(irw)