INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK Foto Dion Fernandes
INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
FOTO: Dion Fernandes

Kisah Dion Fernandes sebagai saksi hidup kekejaman masa lalu di negeri ini, sudah dipendam dalam hatinya sebagai pelajaran hidup. Kini dia sudah membuka lembaran baru dalam hidupnya, dan memanfaatkan sisa kehidupanya untuk membangun kota dan lingkungnanya dengan berbagai kegiatan positif yang membangun.

LAPORAN : INDRA ABERTNEGO SIREGAR

Meski dirinya sudah tidak terlalu aktif di partainya, dia tetap menyosialisasikan semangat dan idiologinya kepada orang– rang terdekatnya. Dion juga mentasbihkan dirinya sebagai seorang Soekarnois tulen. “Saya orang Marhaen,” ucap pria yang hobby membaca buku – buku Soekarno dan Tan Malaka tersebut.

Bahkan, semangat Marhaen tersebut ingin dia tularkan ke seluruh pemuda yang ada di Kelurahan Mekarsari. Dengan membuat berbagai kegiatan yang membuat pemuda menjadi mandiri. “Saat ini saya sering mengajari teman–teman pemuda di Keluarahan mekarsari untuk beternak ikan lele, jahir, bawal serta bercocok tanam sayur mayur, supaya mereka punya kemandirian pangan,” sambungnya.

Dia menambahkan, kegiatan tersebut menarik banyak antusias pemuda dan sudah berjalan lebih dari dua tahun belakangan ini. Terbukti, hampir setiap hari banyak pemuda yang datang untuk belajar dan kongkow di pos yang disebut olehnya sebagai gubuk Marhaen. “Untuk bercocok tanam dan beternak ikan, saya memanfaatkan lahan kosong yang berada di belakang gubuk ini,” ujarnya.

Tidak pernah terlintas dibenak Dion, untuk memaksakan arah politik para pemuda meskipun dia dikelilingi oleh orang – orang yang karib denganya. Dia selalu terbuka dan menerima perbedaan pandangan politik. “Yang saya lakukan dan ilmu yang saya bagikan murni semangat Marhaen saya, bukan untuk menarik simpati mereka yang datang ke sini. Bahkan, sahabat saya si Teguh yang kerap membantu saya seorang simpatisan parta berlambang pohon beringin,” pungkasnya. (dra)