Beranda Metropolis Pedagang Kemirimuka Paranoid

Pedagang Kemirimuka Paranoid

0
Pedagang Kemirimuka Paranoid
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK BERAKTIFITAS : Salah satu pedagang Pasar Kemiri Muka saat beraktifitas di lapak dagangnya, kemarin.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
BERAKTIFITAS : Salah satu pedagang Pasar Kemiri Muka saat beraktifitas di lapak dagangnya, kemarin.

DEPOK-Pedagang Pasar Kemirimuka di Kelurahan Kemirimuka, Beji masih paranoid. Keladinya, nasib pedagang belum bisa dipastikan apakah masih bisa tetap berdagang, atau harus hengkang. Sementara sidang Derden Verzet juga belum bisa dipastikan karena masih akan dilaksanakan, Kamis (28/6).

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Indonesia Kota Depok, Karno Sumardo mengatakan, pedagang masih belum tenang, karena belum ada kepastian hukum apakah pedagang masih bisa bertahan atau harus hengkang dari tempatnya berdagang.

“Kami masih belum tenang berdagang masih paranoid, pengacara juga masih mempersiapkan untuk sidang Derden Verzet,” kata Karno kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Menurutnya, pedagang masih tetap ingin mempertahankan lahan Pasar Kemirimuka, upaya yang dilakukan pihaknya dengan perlawanan hukum atau mengajukan gugatan sebagai pihak ke tiga. Ini agar putusan pengadilan dan rencana ekskusi lahan pasar, dibatalkan adalah sesuatu yang wajar.

Sementara itu, Kuasa Hukum para pedagang Pasar Kemirimuka, Leo Prihardiansyah menegaskan, perlawanan hukum atau Derden Verzet dengan mengajukan gugatan ke beberapa pihak, merupakan upaya penolakan pedagang terhadap putusan pengadilan dan MA yang memerintahkan, agar lahan Pasar Kemiri Muka segera dieksekusi. “Kami akan terus melawan sampai putusan eksekusi dibatalkan, dengan segala upaya hukum yang ada,” katanya.

Pihak yang digugat dalam Derden Verzet yang dilakukam pihaknya ke PN Depok adalah PT Petamburan, BPN Kota Depok, PN Bogor serta Pemerintah Kota Depok.

“Jadi ada empat pihak atau instansi yang kami gugat. Karena empat instansi tersebut punya kaitan terhadap persoalan ini, dan putisan agar lahan Pasar Kemiri Muka dieksekusi,” tandasnya.(rub)