Beranda Metropolis Pelaku Pelemparan Batu di Depok Bertubuh Gemuk

Pelaku Pelemparan Batu di Depok Bertubuh Gemuk

0
Pelaku Pelemparan Batu di Depok Bertubuh Gemuk
IST/RADAR DEPOK MENJENGUK : Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto berserta jajaran menjenguk Raffa korban pelemparan batu di Jalan Ir Juanda di RS Kramat Jati, Jakarta Timur, kemarin.
IST/RADAR DEPOK
MENJENGUK : Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto berserta jajaran menjenguk Raffa korban pelemparan batu di Jalan Ir Juanda di RS Kramat Jati, Jakarta Timur, kemarin.

DEPOK – Pelaku pelemparan batu di Jalan Ir Juanda, Jumat (15/6) malam sedang diselidiki Polresta Depok. Kuat dugaan pelaku yang melempar batu berambut pendek dan bertubuh gempal. Sementara kemarin, kondisi Raffa Ismail Fahrezi masih dirawat di RS Kramat Jati, Jakarta Timur setalah menjalani operasi plastik.

Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Bintoro menerangkan, kasus ini sedang dalam penyelidikan. Sejauh ini sebanyak dua orang saksi sudah diperiksa. Mereka adalah kedua orangtua korban pelemparan. “Kami periksa kemarin ibu dan bapaknya,” ucap dia, kepada Harian Radar Depok di Mapolresta Depok, kemarin.

Kemungkinan, kata dia, jumlah saksi atas kejadian ini akan bertambah.  Termasuk satpam dan sekuritinya yang ada di TKP juga akan dimintai keterangan. “Nanti kalau yang bersangkutan mengetahui kejadian pasti kami jadikan saksi,” terang dia.

Korban, kata dia, sudah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati. Tim penyidik Satuan Reskrim Polresta Depok, akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan terkait kasus pelemparan batu yang membuat wajah seorang anak cedera berat.

Kasubag Humas Polresta Depok, Iptu Made mengatakan, olah TKP lanjutan ini bertujuan untuk menelusuri jejak pelaku dengan petunjuk kamera pengintai atau CCTV, yang memungkinkan ada di lokasi kejadian.

“Periksa CCTV yang ada di pertokoan. Kemarin belum sempat karena yang punya toko tutup,” katanya singkat.

Sementara itu, orantua Raffa, Hendi mengatakan, Raffa telah menjalani operasi bedah plastik untuk mengobati luka di wajahnya. “Sudah dioperasi, operasi bedah plastik untuk mengobati luka di wajahnya. Operasinya berlangsung selama lima jam,” kata Hendi, Selasa (19/6).

Namun Raffa, masih harus menjalani pengobatan untuk sepenuhnya memulihkan kondisi wajahnya. “Raffa masih harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri. Kalau untuk berapa lamanya saya enggak tahu karena belum bertanya ke dokter,” paparnya.

Perihal gigi Raffa yang diduga tanggal, Hendi belum dapat memastikan hal itu karena anaknya belum dapat membuka lebar mulutnya. Sementara ini ia juga belum dapat mengkonsumsi makanan dari mulutnya.

“Sekarang untuk makan dari infus, dari awal tiba di Rumah Sakit waktu Sabtu malam itu sudah langsung dipasangi infus. Kata dokter dia belum boleh banyak ngomong atau nangis. Karena nanti lukanya terbuka lagi,” jelasnya.

Sedangkan Hendi dan istrinya Fitri A Kurniasih masih terus menjaga anaknya di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Pada tahap operasi pertamanya, keluarga Raffa telah merogoh uang sebesar Rp26 juta untuk biaya pengobatan. “Total biaya pengobatan untuk anak saya bisa mencapai Rp 50 juta,” kata Hendi.

Hendi mengaku, sempat melihat pelaku pelemparan batu yang mengenai buah hatinya Raffa. Pasalnya, saat melintas ke arah Jalan Margonda Raya Jumat (15/6) sekitar pukul 21.30 melaju dalam kecepatan rendah.

“Saya bawa motor pelan, nggak sampai 40 kilometer per jam, makannya saya sempat lihat pelaku meski enggak jelas,” kata Hendi.

Menurutnya, pelaku berdiri sendirian di Jalan Juanda, tepat di depan Jalan Fatimah II Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji. Saat melintas, tiba-tiba pelaku melempar konblok yang berserakan di lokasi kejadian.

“Pelaku badannya agak gemuk, rambutnya pendek. Kalau tingginya biasa saja. Dia pakai baju sama celana pendek. Batunya sempat kena tangan kiri saya sampai tangan saya bengkak. Habis lempar batu itu dia langsung lari,” tuturnya.

Karena tangannya juga terkena lemparan batu, Hendi segera memberhentikan motornya. Ia tidak mengejar pelaku karena wajah anaknya sudah terluka parah dan mengucurkan darah. “Posisi saya ke arah jalan Raya Margonda, nah pelakunya lari ke arah berlawanan. Tapi saya enggak liat ke arah pelaku kaburnya. Karena Raffa sudah nangis-nangis, mukanya sudah berdarah,” ujarnya.

Karena panik, Hendi bergegas membawa Raffa ke Klinik Dawa yang terletak sekira 10 meter dari lokasi. Namun karena parahnya luka yang dialami Raffa, pihak klinik tidak mampu mengobatinya.

“Saya sempat bawa ke Klinik Dawa, karena lukanya parah pihak klinik tidak bisa mengobati. Dari situ saya bawa ke Rumah Sakit Bunda di Margonda, tapi juga enggak bisa menangani. Baru sekira pukul 02.00 saya bawa ke RS Polri Kramat Jati,” kata Hendi.
Terpisah, Ketua RT 03/11, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Syahroni mengatakan, masih berupaya untuk meminta rekaman CCTV dari sejumlah toko yang ada di tempat kejadian. “Kami masih menunggu, pihak pengelola toko untuk membuka rekaman CCTV pada hari Jumat (15/6),” kata Syahroni.

Dia juga mengatakan, RT dan warga juga sudah bergerak untuk mengawasi orang-orang yang mencurigakan yang sering mondar-mandir di Jalan Juanda. Dia mengatakan sengaja berinisiatif untuk melakukan pengawasan karena pihak kepolisian memang jarang beroperasi dikawasan tersebut.

“Kita inisiatif, tanpa menunggu gerakan dari pihak kepolisian, karena lingkungan kami menjadi tanggungjawab kami bersama,” kata Syahroni.

Selain itu, Rabu (19/6) Kapolresta Depok Komibes Didik Sugiarto menjeguk Raffa bocah 9 tahun yang jadi korban.(irw/rub)