Sekretaris Komisi D DPRD Depok, Farida Rachmayanti
FOTO: Sekretaris Komisi D DPRD Depok, Farida Rachmayanti

DEPOK – Sekretaris Komisi D DPRD Depok, Farida Rachmayanti  mengatakan, kondisi pendidikan di Kota Depok menemukan banyak tantangan. Terutama masalah sarana prasarana. Karena pertambahan penduduk sangat mempengaruhi permintaan pelayanan pendidikan.

“Namun Alhamdulillah, data terakhir menunjukkan progres yang baik,” kata Farida kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Sekarang ini, tambah dia, jumlah siswa per kelas untuk SMP maksimal 36 siswa. Sebelumnya 40 sampai dengan 45 siswa. Artinya ada penambahan ruang kelas belajar.

Dalam kontek penguatan peran tenaga pendidik, mulai tahun ini diluncurkan pemberian kesejahteraan buat guru madrasah dan swasta. Dimana perguru Rp100.000 perbulan.

“Pemkot Depok kata dia menyakini bahwa untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan perlu membangun kemitraan strategis dengan pendidikan swasta,” kata dia.

Terkait SMA dan SMK sudah ditangan Pemrov Jabar, Farida menilai  ada sisi plus minusnya.

Sisi positif, jelas dia, Kota Depok bisa lebih berkonsentrasi pada urusan pendidikan dasar.

Harapannya, pendidikan dasar bisa dikuatkan di pendidikan karakter yang selaras dengan arah pembangunan.

“Misalnya karakter religius, cinta lingkungan dan memiliki wawasan kewirausahaan,” kata dia.

Sisi minus, sumber pembiayaan untuk operasional mengalami penurunan dari yang sebelumnya.

Saat masih dalam wewenang APBD Kota Depok mengalokasikan Rp2 juta per siswa per tahun. Saat ini pemerintah provinsi hanya memberikan Rp700.000 per siswa per tahun. “Akibatnya, partisipasi orang tua perlu dilibatkan,” tandas dia.(irw)