Beranda Satelit Depok PT SPI di Kota Depok Didemo Karyawannya, Minta Gaji Dibayarkan

PT SPI di Kota Depok Didemo Karyawannya, Minta Gaji Dibayarkan

0
PT SPI di Kota Depok Didemo Karyawannya, Minta Gaji Dibayarkan
DICKY/RADARDEPOK TAGIH JANJI: Puluhan pegawai PT Sima Prima Indonesia, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Bojongsari, berkumpul di Pos Scurity, untuk menagih janji pembayaran gaji dan THR, kemarin.
DICKY/RADARDEPOK
TAGIH JANJI: Puluhan pegawai PT Sima Prima Indonesia, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Bojongsari, berkumpul di Pos Scurity, untuk menagih janji pembayaran gaji dan THR, kemarin.

DEPOK –  Guyuran hujan tidak menyurutkan niat dan semangat karyawan PT Sima Prima Indonesia (SPI), untuk menagih janji jajaran manajemen perusahaan yang bergerak di bidang garmen tersebut yang terletak di Jalan Raya Ciputat-Parung, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Sawangan. Pegawai meminta pihak perusahaan untuk membayarkan gaji dan Tambahan Hari Raya (THR) yang hingga kemarin belum juga dibayarkan.

Salah seorang karyawan PT Sima Prima Indonesia, Nurmala (35) mengatakan, sudah dua bulan dirinya bersama dengan karyawan lainya belum mendapatkan pembayaran gaji. Padahal gaji yang dia dapatkan sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Menurutnya, hingga kemarin pihak perusahan terus memberikan janji terkait pembayaran gaji pegawai, tetapi tidak terealisasi.

“Gaji dua bulan dan THR kami tidak kunjung dibayarkan dan hanya memberikan janji belaka,” ujar Nurmala kepada Radar Depok, kemarin.

Tidak hanya itu, lanjut Nurmala saat mengalami sakit BPJS yang dia dapatkan dari PT SPI tidak dapat digunakan, hal itu dikarenakan pihak perusahan tidak membayarkan BPJS pegawai PT SPI. Padahal, setiap pembayaran gaji dia selalu mendapatkan potongan iuran pembayaran BPJS. Untuk itu, dia meminta PT SPI bertanggung jawab dan segera melunasi kewajibannya dengan memberikan gaji dan THR.

Hal senada juga dilontarkan Abdul yang istrinya menjadi salah seorang karyawan SPI. Dia mengungkapkan, PT SPI hanya memberikan janji kepada karyawan terkait pembayaran gaji dan THR. Namun pada kenyataannya, tidak ada satupun perwakilan PT SPI yang memberikan gaji karyawan maupun menemui karyawan yang menuntut haknya.

“Sampai sekarang hanya tinggal janji yang belum terealisasi,” terang Abdul.

Abdul menuturkan, karyawan PT SPI tidak mendapatkan jam kerja yang jelas. Menurutnya istrinya bekerja mulai dari pukul 08.00 hingga 20.00. Bahkan, karyawan pernah bekerja hingga pukul 23.00, dan hanya mendapatkan hitungan lembur selama satu jam. Atas kejadian tersebut, pihaknya tidak dapat tinggal diam melihat pihak PT SPI belum membayarkan gaji karyawan dan aturan jam kerja yang tidak jelas.

Dari hasil pemantauan Radar Depok, hingga pukul 11.00 puluhan karyawan masih bertahan menunggu pihak perusahaan membayarkan gaji dan THR pegawai. Dengan gerbang tertutup, Radar Depok mencoba meminta untuk mengklarifikasi dengan manejemen PT SPI. Namun, security perusahaan tidak kunjung memberikan izin kepada Radar Depok untuk bertemu pihak manajemen. (dic)