SANI/RADAR DEPOK BIMBINGAN: Calon siswa-siswi SD Islam Terpadu Mufitahul Ulum tengah menjalankan proses observasi bersama konselor sekolah guna melihat kesiapan mereka untuk melanjutkan ke SD.

DEPOK –  SD Islam Terpadu Miftahul Ulum (SDIT MU) yang terletak di Jalan Yayasan, Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere, selalu diminati dan dinantikan saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) oleh orang tua siswa di Kecamatan Cinere dan sekitarnya.

Wakil Kepala SDIT MU Bidang Kurikulum, Muzakkir Harun Al Rasyid, PPDB yang dibuka awal November 2017 dengan target maksimal 120 peserta untuk 4 kelas ternyata sudah melebihi target dalam jangka waktu satu bulan. Bahkan jumlah peserta yang tercatat di buku pendaftar PPDB mencapai 150.

“Setiap pendaftar diberikan kesempatan mengikuti observasi oleh Konselor Sekolah, Dewi Yulia jika usia pendaftar minimal 6 tahun sampai bulan Juli 2018 dan telah mengembalikan formulir pendaftaran,” kata Muzakkir kepada Radar Depok.

Muzakkir melanjutkan, panitia PPDB bersama tim konselor sekolah biasanya langsung menjadwalkan observasi jika formulir pendaftaran sudah dikembalikan oleh orangtua calon murid, guna melihat kesiapan dan kematangan anak untuk memasuki sekolah.

“Jadi sistemnya, tim konselor sekolah mewawancarai orang tua siswa dengan pihak manajemen dan yayasan,” lanjutnya.

Menurut konselor sekolah, Dewi Yulia, kematangan ini penting mengingat di SD, anak sudah mulai belajar lebih lama dan lebih serius dari pada sekolah TK. Apalagi, SDIT MU adalah sekolah full day, sehingga kesiapan siswa dan kerja sama orang tua sangat penting untuk keberhasilan program pendidikan

“Jadi hasil yang disampaikan ke orang tua terkait observasi bentuknya adalah tulisan disarankan, dipertimbangkan, dan tidak disarankan,” ujar Dewi.

Hasil disarankan jika calon siswa sudah siap sepenuhnya memasuki jenjang SD. Hasil dipertimbangkan jika calon siswa belum siap sepenuhnya belajar di SD namun potensinya berpeluang besar untuk ditingkatkan.

Di mana, hasil dipertimbangkan biasanya diberikan kepada anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan beberapa kesepakatan calon wali murid bahkan untuk kasus khusus ada syarat penyediaan guru pendamping (shadow teacher).

“Sedangkan tidak disarankan adalah jika usia di bawah 6 tahun dan tidak terlihat sama sekali kematangan dan kesiapan belajar,” jelas Dewi.

Dari ketiga hasil yang disampaikan ke orang tua siswa, langsung diikuti persyaratan administrasi lain jika orang tua dan pihak sekolah sudah saling sepakat. (san)