Sariyo Sabani Sekretaris Mabicab Pramuka Kota Depok
FOTO: Sariyo Sabani, Sekretaris Mabicab Pramuka Kota Depok

DEPOK – Kasus kekerasan seksual terhadap 13 anak sekolah oleh guru di salah satu SDN wilayah Kecamatan Cimanggis beberapa waktu lalu, membuat Sekretaris Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Depok berencana akan memanggil seluruh Majelis Pembimbing Gugus Depan (Magudep) di SDN dan SMPN se-Kota Depok.

Sekretaris Mabicab Gerakan Pramuka Kota Depok, Sariyo Sabani mengatakan, pemanggilan tersebut merupakan tindak lanjut untuk kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu guru yang sekaligus menjabat sebagai pembina pramuka.

“Saya akan koordinasikan dulu dengan Walikota sebagai Kepala Mabicab Kota Depok, sekitar 350-an orang yang terdiri dari Kepala SD, SMP, dan pengawas,” kata Sariyo Sabani kepada Radar Depok, kemarin.

Sariyo menuturkan yang dilakukan oleh pelaku merupakan perbuatan tercela dan sudah mencoreng nama baik Pramuka di Kota Depok. Untuk itu, ia memanggil seluruh Mabigus dan pengawas untuk memberikan pembinaan terkait struktur dan pedoman dalam kepramukaan yang baik dan benar.

“Kegiatan Pramuka tidak hanya dilepas sebatas pengawas dan mabigus tapi juga harus dilibatkan Kwartir Ranting dan lainnya. Agar mabicap mampu menjalankan manajemen pramuka di sekolah tersebut,” tuturnya.

Manajemen yang dimaksud Sariyo adalah anak-anak dilatih sesuai dengan Syarat Kecakapan Umum (SKU), segi program dan latihannya apakah berjalan dengan baik atau tidak.

“Jadi nantinya kami akan berikan mereka (Mabigus) pemahaman lebih tentang struktur pramuka di sekolah, agar semuanya terpantau dari pembina hingga jam latihannya,” tangkasnya. (san)