Beranda Metropolis Selamat dari Penculikan dan Kerusuhan 27 Juli

Selamat dari Penculikan dan Kerusuhan 27 Juli

0
Selamat dari Penculikan dan Kerusuhan 27 Juli
INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK BERKOLAM : Dion sangat gemar bercocok tanam dan memelihara ikan, sehingga dia rutin mebenahi kolamnya ditemani sahabat karibnya Teguh.
INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
BERKOLAM : Dion sangat gemar bercocok tanam dan memelihara ikan, sehingga dia rutin mebenahi kolamnya ditemani sahabat karibnya Teguh.

Dion Fernades menduga kuat aksi penculikan yang dialaminya, erat kaitanya dengan dualisme yang dialami partainya pada saat itu. Dualisme tersebut antara kepemimpinan Megawati Soekarno Putri dengan Suryadi yang dimenangkan lewat kongres Medan.

LAPORAN : INDRA ABERTNEGO SIREGAR

Tuhan masih berpihak pada Dion. Beruntung, ketika tersadar dari pingsanya selam diculik berjam–jam. Dion terbangun dan membuka matanya. “Ketika saya tersadar dan membuka mata saya, saya sudah dibuang di Gunung Sahari, Jakarta, sekitar subuh jam lima pagi,”  ungkapnya.

Hal tersebut menjadi kenangan pahit sekaligus membanggakan bagi Dion pribadi. Di satu sisi dion merasa menjadi seorang pelaku sejarah di masa pemerintahan yang dianggapnya kelam.

“Suatu masa pasca penculikan, saya teringat pesan dari saudara saya yang juga kader partai yang sama dengan saya. Dia berpesan bahwa saya harus bersiap – siap untuk diculik, karena kami adalah orang yang dianggap musuh Negara pada saat itu, namun saya gak menganggap serius ucapanya,” kenang Dion.

Dion merasa seperti dejavu dengan tragedi tersebut, karena sudah dua kali mengalami aksi kekerasan yang sama. Namun, aksi penculikan tersebut yang paling parah meski tak jadi merenggut nyawanya.

Dia juga mengatakan, menjadi salah seorang saksi hidup atas peristiwa 27 juli 1996 setahun sebelum penculikanya. Dia ikut menjadi peserta mimbar bebas, yang dihadiri banyak tokoh pergerakan dan, aktivis dari berbagai kalangan yang berorasi di lokasi tersebut. Setelah Megawati selesai dan meninggalkan mimbar bebas, sekelompok orang dan aparat kepolisian dan TNI, menyerbu lokasi tersebut.

“Pada saat beberapa menit sebelum kejadian 27 juli, saya seperti mendapat firasat tak enak. Tak alam sebelum bu Mega Wati pergi, saya beranjak dari lokasi mimbar bebas menuju warung yang ada di seberang jalan. Tak lama terjadilah peristiwa kerusuhan 27 juli tersebut. Pastinya saya selamat,” katanya.

Pemerintahan saat itu selalu berupaya untuk melemahkan partai kubu Megawati Soekarno Putri. Dion menduga pemerintah saat itu mendukung Suryadi, karena Kubu Megawati dianggap mengancam pemerintahan.

“ Tetapi semua itu tidak melemahkan langkah kami, kami tetap berjuang hingga akhirnya negeri ini bisa menjadi seperti hari ini kita hidup,” ujar dion.

Saat ini Dion masih aktif sebagai kader partainya, bahkan santer terdengar dia ingin menjadi Calon Legislatif di Kecamatan Cimanggis. Namun dia tidak mau jumawa, dia tetap berserah kepada jalan nasib dan suratan Tuhan atas dirinya. “Doakan saja,” ujarnya ketika disinggung terkait pencalonanya. (bersambung)