Beranda Depok Sport Piala Dunia Selebrasi Gol Xhaka-Shaqiri Berbau Politik

Selebrasi Gol Xhaka-Shaqiri Berbau Politik

0
Selebrasi Gol Xhaka-Shaqiri Berbau Politik
Granit Xhaka melakukan selebrasi gol dengan membuat simbol elang berkepala dua yang merupakan lambang negara Albania (Reuters). Hal yang sama juga dilakukan Xherdan Shaqiri (Reuters)
Granit Xhaka melakukan selebrasi gol dengan membuat simbol elang berkepala dua yang merupakan lambang negara Albania (Reuters). Hal yang sama juga dilakukan Xherdan Shaqiri (Reuters)

RUSIA-Serbia mengajukan protes ke FIFA dan meminta otoritas sepak bola dunia itu menyelidiki selebrasi gol dua pemain Swiss, Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri yang dinilai berbau politik. Serbia kalah 1-2 dari Swiss dalam laga kedua Grup E, Sabtu (23/6) dini hari WIB. Sempat unggul lebih dahulu lewat Aleksandar Mitrovic pada menit ke-5, Swis mampu membalikkan keadaan dengan mencetak dua gol di babak kedua lewat Xhaka pada menit 52 dan Shaqiri di pengujung laga.

Bukan hanya kecewa karena kalah, Serbia juga berang terkait selebrasi gol Xhaka dan Shaqiri. Kedua pemain melakukan selebrasi gol yang identik yakni menyilangkan telapak tangan di depan dada dan itu dikenal sebagai gestur elang berkepala dua. Bukan rahasia lagi, elang berkepala dua merupakan lambang negara Albania dan itu tertera di bendera Albania.

Selebrasi itu jelas membuat Serbia tak senang. Bukan apa-apa, unsur politik ada dalam selebrasi tersebut. Seperti diketahui, Xhaka dan Shaqiri memiliki darah keturunan Kosovo yang memutuskan menjadi warga negara Swiss. Kosovo sendiri memisahkan diri dari Serbia dan mendeklarasikan menjadi negara merdeka pada 2008 silam. Serbia sendiri menolak mengakui kemerdekaan Kosovo, dengan penduduk mayoritas etnik Albania. Kemerdekaan Kosovo pun hanya diakui oleh 111 anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Orang tua Xhaka melarikan diri ke Basel, Swiss, sebelum dia lahir setelah ayahnya dipenjara dan disiksa. Sementara Shaqiri masih bayi ketika keluarganya meninggalkan Kosovo ke Swiss. Ada rasa kebencian dari keturunan Kosovo terhadap Serbia karena keluarganya menderita saat masih menjadi bagian Serbia. Dan, itu yang ditunjukkan oleh Xhaka dan Shaqiri. Kosovo sendiri memang sangat erat hubungannya dengan Albania. Sebagian besar penduduk Kosovo merupakan etnik Albania.

Xhaka dan Shaqiri juga punya keturunan Albania. Bahkan, kakak Xhaka yakni Taulant Xhaka, bermain untuk Timnas Albania.

Serbia sepertinya menekan FIFA untuk memberikan sanksi terhadap Xhaka dan Shaqiri. Itu andai selebrasi yang dilakukan keduanya sengaja memang ada unsur politis dan sengaja untuk menyindir Serbia.

FIFA sudah jelas melarang hal-hal berbau politik ada di lapangan atau stadion. Kode disiplin FIFA melarang slogan-slogan politik pada jersey. Regulasi Bagian 54 menyatakan: “Siapa pun yang memprovokasi masyarakat umum selama pertandingan akan diskors untuk dua pertandingan dan dikenai denda minimal CHF 5.000 (GBP 3.800).”

Shaqiri juga melakukan hal yang disorot dan dia mendapat cemooh dari fans Serbia. Dia secara sengaja mengenakan sepatu dengan masing-masing tertera bendera yang berbeda. Sepatu kiri tertera bendera Swiss, sedangkan sepatu kanan tertera bendera Kosovo. Hal tersebut tentu saja membuat geram pendukung Serbia.

Pelatih Swiss sendiri, Vladimir Petkovic, sudah dari awal melarang para pemainnya melakukan hal-hal yang mengundang protes, apalagi ada unsur politis saat melawan Serbia. Itu ditujukan terutama untuk para pemain yang memiliki keturunan Kosovo dan etnik Albania. Bahkan, kesepakatan itu sudah dia terapkan sejak awal ketika menukangi Swiss mulai 2014 silam. Andai itu dilakukan, dia tak ragu menghukum pemainnya.

“Anda seharusnya tidak pernah mencampurkan politik dan sepak bola. Jelas bahwa emosi muncul dan begitulah yang terjadi. Saya pikir kita semua bersama-sama perlu menjauhkan diri dari politik dalam sepak bola dan kita harus fokus pada olahraga ini sebagai permainan yang indah dan sesuatu yang menyatukan manusia,” ucap Petkovic.

Sementara itu, Shaqiri dan Xhaka bersikeras bahwa apa yang mereka lakukan tak ada kaitannya dengan politik. Menurutnya itu hanya luapan emosi sesaat. “Anda dapat melihat apa yang saya lakukan dan saya pikir itu hanya emosi. Saya sangat senang dapat mencetak gol. Tidak lebih dari itu. Saya pikir kita tidak perlu membicarakan hal-hal yang di luar sepak bola saat ini,” sebut Shaqiri seperti dilansir The Sun.

“Sejujurnya, saya tak tertarik membicarakan itu. Saya tak menyindir lawan. Saya hanya ingin menunjukkan kepada orang-orang yang selalu mendukung saya. Bagi mereka yang peduli terhadap saya, di tanah air saya, di mana akar orang tua saya berada. Itu murni emosi,” timpal Xhaka.

Di satu sisi, pelatih Serbia, Mladen Krstajic memilih untuk menanggapi hal itu. “Saya tidak punya komentar apa pun. Saya tidak berurusan dengan hal-hal seperti itu. Saya adalah olahragawan dan inilah yang akan terus saya geluti,” tegas Krstajic.

Berbeda dengan Krstajic, Sekjen Asosiasi Sepak Bola Serbia, Jovan Surbatovic, mengatakan akan menulis surat protes resmi ke FIFA. “Kami akan menulis surat protes kepada FIFA. Ada beberapa gerakan kontroversial dan kami semua melihat apa yang terjadi dengan kedua gol itu,” tegasnya.

Patit dinantikan apakah FIFA akan bertindak dan menginvestigasi terkait selebrasi gol Xhaka dan Shaqiri atau tidak. Pastinya, andai ada unsur politik, keduanya terancam sanksi larangan bermain dalam dua laga. (epr/JPC)