Beranda Metropolis Si Melon Non Subsidi Muncul 1 Juli

Si Melon Non Subsidi Muncul 1 Juli

0
Si Melon Non Subsidi Muncul 1 Juli
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK AKAN DILUNCURKAN : Pekerja saat memindahkan gas elpiji 3kg di Agen Elpiji Pertamina PT. Duta Raja Gas, Jalan Raden Saleh, Kecamatan Sukmajaya. Gas elpiji 3kg non subsidi akan diluncurkan pada 1 Juli mendatang.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
AKAN DILUNCURKAN : Pekerja saat memindahkan gas elpiji 3kg di Agen Elpiji Pertamina PT. Duta Raja Gas, Jalan Raden Saleh, Kecamatan Sukmajaya. Gas elpiji 3kg non subsidi akan diluncurkan pada 1 Juli mendatang.

DEPOK-PT Pertamina (Persero) memastikan akan segera menjual gas elpiji 3 kilogram (Kg) non subsidi. Penjualan ini rencananya akan dimulai pada 1 Juli 2018.

Dewan Penasehat DPC Hiswana Migas Kota Depok, Athar Susanto mengatakan, rencana gas elpiji 3 kg nonsubsidi untuk dijual memang ada itu baru rencana.

Namun, pihaknya belum mendapatkan informasi terkait tanggal 1 Juli gas 3 kg untuk dijual atau didistribusikan ke daerah. “Ya baru diwacanakan itu. Tapi pelaksanaan belum disampaikan ke Hiswana,” kata Athar, kepada Radar Depok, Ahad (24/6).

Adanya gas elpiji 3 kg non subsidi, sambung Athar dipastikan ada pengurangan jatah gas 3 kg subsidi ke Depok. Athar mengungkapkan, kebutuhan secara normal pada gas elpiji di Kota Depok sebanyak 1,425 juta per bulan. Jumlah gas elpiji itu didistribusikan pada 600 pangkalan di Kota Depok. “Ya pasti akan ada pengurangan. Agar tepat sasaran,” ucap dia.

Hal sama juga diungkapkan Kasi Perdagangan Dalam Negeri Disdagin Kota Depok Epi Ardini, belum mendapatkan informasi terkait 3 kg non subsidi dijual ke masyarakat. Namun juga 3 kg non subsidi akan disalurkan ke daerah. “Gas 3 kg non subsidi untuk masyarakat menengah ke atas, harga jual belum pasti. Kisaran di harga Rp  39.000,” kata Epi.

Dalam hal ini Disdagin Kota Depok  menunggu regulasi dari Kemen ESDM terlebih dahulu. “Kita tunggu saja regulasi ya seperti apa?,” kata dia.

Terpisah, Plt Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, elpiji ini nantinya akan dijual bebas kepada masyarakat. Artinya baik masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun yang mampu bisa membelinya. “Elpiji non subsidi jadi dijual per 1 Juli 2018. Teknisnya, ya dijual aja tapi ini tidak di subsidi,” ujarnya.

Nicke menambahkan, alasan menjual tabung gas 3 kg nonsubsidi adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mampu. Khususnya bagi mereka yang tinggal di apartemen dan terbiasa dengan hidup praktis.

“Karena kan gini, sebetulnya ada orang yang memerlukan 3 kg tapi mereka tidak perlu subsidi, mungkin seperti yang di apartemen. Dia ngapain beli yang besar. Karena demand ada maka kita siapkan,” jelasnya.

Nicke menambahkan, meskipun menjual elpiji 3 kilogram nonsubsidi. Namun perseroan sama sekali tidak akan mengurangi kuota tabung gas subsidi. Hal tersebut sama dengan yang dilakukan Pertamina saat menjual tabung gas 12 kg nonsubsidi saat itu. “Enggak akan berkurang (kuota elpiji subsidi). Kayak kita jual elpiji yang 12 kg aja, sama aja,” ucapnya.

Meskipun sudah mantap, namun Nicke belum menentukan berapa harga yang akan dijual. Namun berdasarkan usulan dari Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno, elpiji 3 kg nonsubsidi akan dijual dengan harga Rp39.000. “Belum nanti kisaran harganya. Apakah akan dijual Rp39 ribu atau tidak,” tegasnya.(irw)