Beranda olahraga Depok Sport Tim Karate Kota Depok Tetap Latihan di Masa Liburan

Tim Karate Kota Depok Tetap Latihan di Masa Liburan

0
Tim Karate Kota Depok Tetap Latihan di Masa Liburan
IMMAWAN/RADAR DEPOK SEMANGAT: Tim Karate Kota Depok tetap berlatih selama masa libur lebaran 2018
IMMAWAN/RADAR DEPOK
SEMANGAT: Tim Karate Kota Depok tetap berlatih selama masa libur lebaran 2018

DEPOK – Atlet Karate dari Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kota Depok tetap bersemangat menjalani latihan di masa libur Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah.

Di saat sebagian besar atlet lain memilih untuk berlibur dan menghabiskan waktu dengan keluarga, mereka tetap giat berlatih di dojo yang terletak di Jalan Palem, Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji.

Pelatih Kata Tim Karate Kota Depok, Jean Rotty menuturkan, saking semangatnya, atlet-atlet muda tersebut hanya libur latihan selama 2 hari. Yakni, pada hari H dan H+1 lebaran.

“Malam takbiran aja, mereka tetap latihan,” ungkap Jean kepada Radar Depok, Rabu (20/6).

Dia menjelaskan, Selama Bulan Ramadan, atlet-atlet didikannya pun tetap menjalankan latihan rutin enam hari sepekan, selama pukul 16:00-20:00 WIB.

“Pengecualian untuk atlet Porda, mereka latihan 2 sesi sehari. Sore dan pagi. Sesi pagi dimulai pukul 09:00 sampai 11:00,” terang Jean, yang menjadikan tempat tinggalnya sebagai tempat latihan sekaligus Sekretariat Pengcab Forki Kota Depok.

Menurut Dia, semangat atlet-atlet untuk tetap latihan memang layak diapresiasi. Terlebih, mengingat deretan jadwal kejuaraan yang telah menanti mereka beberapa bulan ke depan.

Diantaranya, gelaran Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi Jawa Barat yang akan dilaksanakan pada akhir Juli 2018 dan Pekan Olahraga Pelajar (POP) tingkat Daerah di awal Agustus 2018.

“Kalau tidak begini, mungkin agak susah (untuk menang),” ujarnya.

Wakil Ketua Forki Kota Depok tersebut menambahkan, latihan dengan frekuensi pertemuan yang lebih tinggi memang dibutuhkan untuk mematangkan persiapan atlet. Terutama untuk atlet yang akan bertanding dalam kategori kata.

Karena, lanjut Jean, kata menuntut atlet untuk memperhatikan detil-detil dari tiap gerakan yang mereka tampilkan. Sehingga, memerlukan waktu lebih panjang untuk pemantapan gerakannya.

“Untungnya, intesitas latihannya tidak tinggi. Jadi tidak memberatkan atlet,” tutup Jean. (mg2)