Beranda Satelit Depok 70 Guru SMP Swasta di Depok Latihan Kurikulum 2013

70 Guru SMP Swasta di Depok Latihan Kurikulum 2013

0
70 Guru SMP Swasta di Depok Latihan Kurikulum 2013
PEBRI/RADAR DEPOK PELATIHAN: Pengawas SMP Kota Depok, Atiek Indriani sedang menyampaikan materi dalam kegiatan Pelatihan Kurikulum 2013 yang diadakan MKKS-SMP Swasta Komisariat Beji.
PEBRI/RADAR DEPOK
PELATIHAN: Pengawas SMP Kota Depok, Atiek Indriani sedang menyampaikan materi dalam kegiatan Pelatihan Kurikulum 2013 yang diadakan MKKS-SMP Swasta Komisariat Beji.

DEPOK – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Komisariat Beji mengadakan pelatihan Kurikulum 2013 yang diadakan di SMPIT Al Muqorrobin di Jalan Jawa, No.1, Kelurahan/Kecamatan Beji.

Ketua Pelaksana, Tuti Sumarni mengatakan, pelatihan yang diadakan pada 4-7 Juli 2018 tersebut, diikuti tidak hanya SMP swasta yang ada di Kecamatan Beji dan Pancoranmas, yang memang berada dalam satu komisariat.

“Total ada 70 guru dari 14 SMP swasta di Kecamatan Beji dan Pancoranmas yang ikut pelatihan,” ucapnya kepada Radar Depok.

Tuti menjelaskan, dalam pelatihan tersebut ada dua Pengawas SMP Kota Depok yang memberikan materi, yakni Siti Rachmawati dan Atiek Indarini. Materi yang disampaikan antara lain, analisis kompetensi, pembelajaran, dan penilaian. Tidak hanya berupa teori, tetapi juga praktik-praktik dari teori yang disampaikan.

“Pelatihan ini juga untuk mendukung Dinas Pendidikan Kota Depok, agar semua sekolah di Kota Depok sudah menerapkan Kurikulum 2013,” katanya.

Sementara itu, Pengawas SMP Kota Depok, Atiek Indriani menuturkan, yang bikin berbeda antara kurikulum 2006 dengan Kurikulum 2013 adalah penilaian. Dimana, di Kurikulum 2013, ada tiga komponen penilaian, yakni sikap, pengetahuan, dan ketrampilan. Guru harus mengetahui perkembangan siswa tentang ketiga hal tersebut.

Dari tiga penilaian tersebut, guru tidak harus mencatat semua aspek yang ada di siswa. Tetapi, membuat kesimpulan dari seluruh perkembangan siswa. Jadi, membuat garis besar perubahan siswa dari tiga penilaian tersebut.

“Guru mengamati siswa, dan mencatatnya di jurnal penilaian. Pembentukan karakter, harus ada kerjasama yang baik antara pihak sekolah dengan orang tua,” katanya. (peb)